Turis Serbu Indonesia, Komisi VII DPR Minta Stabilitas Ekonomi Tetap Dijaga

  • 03 Jun 2026 23:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pelemahan rupiah dinilai mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
  • Pelaku pariwisata dan UMKM berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata.
  • DPR mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas rupiah di tengah peluang sektor pariwisata.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belakangan ini turut mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kondisi tersebut membuat biaya berwisata dan berbelanja di Tanah Air menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan asing.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menilai fenomena tersebut menjadi peluang bagi sektor pariwisata nasional. Namun, menurutnya, kondisi itu juga tetap menyimpan tantangan yang perlu diantisipasi pemerintah.

Ia menyebut peningkatan kunjungan wisatawan asing dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha. Manfaat tersebut dirasakan sektor pariwisata, UMKM, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.

"Kedatangan turis-turis ASEAN di situasi dolar yang tinggi buat mata uang rupiah. Di sisi lain jadi hal positif tersendiri," ujarnya kepada RRI saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, meningkatnya jumlah wisatawan akan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai destinasi wisata. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan omzet pelaku usaha yang melayani kebutuhan wisatawan.

"Di mana peningkatan kunjungan, peningkatan orang belanja, peningkatan orang nongkrong di tempat-tempat wisata. Pastinya ada berkah buat pengusaha-pengusaha," katanya.

Meski demikian, Nunik mengingatkan pelemahan rupiah tidak bisa dipandang hanya dari sisi positif. Pemerintah tetap perlu menjaga stabilitas nilai tukar agar dampak negatifnya tidak semakin besar.

Ia menjelaskan pelaku usaha pariwisata dan UMKM juga menghadapi kenaikan biaya operasional akibat pelemahan rupiah. Sementara itu, penyesuaian harga layanan di sektor jasa tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat.

"Stabilitas nilai rupiah tetap harus dijaga. Jadi tidak pula terus dibiarin," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu memanfaatkan peluang dari meningkatnya kunjungan wisatawan asing. Namun, upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional tetap harus menjadi prioritas utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....