Bauran EBT Nasional Naik Jadi 18,3 Persen pada Kuartal I 2026
- 31 Mei 2026 17:37 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional mencapai 18,3 persen pada kuartal I tahun 2026. Capaian tersebut meningkat 2,55 persen dibandingkan realisasi sepanjang tahun 2025 yang berada di angka 15,75 persen.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian ESDM 2025–2029, target porsi EBT dalam penyediaan energi nasional pada tahun 2026 berada di kisaran 17 hingga 21 persen. Dengan capaian kuartal pertama ini, pemerintah optimistis target tersebut dapat tercapai.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), dari total bauran EBT sebesar 18,3 persen, sekitar 9,75 persen dimanfaatkan untuk sektor kelistrikan. Sementara 8,55 persen lainnya berasal dari sektor nonkelistrikan.
Kontribusi terbesar pada sektor kelistrikan berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 3,59 persen, disusul biomassa 3,27 persen dan panas bumi 1,91 persen. Sementara energi surya menyumbang 0,51 persen, energi bayu 0,06 persen, serta sumber EBT lainnya sebesar 0,41 persen.
Pada sektor nonkelistrikan, program biodiesel melalui pemanfaatan fatty acid methyl ester (FAME) menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 5,38 persen. Selain itu, pemanfaatan biomassa berkontribusi 2,91 persen dan sumber EBT nonlistrik lainnya sebesar 0,26 persen.
Kementerian ESDM mencatat kapasitas pembangkit EBT sepanjang tahun 2025 mencapai 15.630 megawatt (MW). Kapasitas tersebut setara dengan 15,75 persen dari total kapasitas pembangkit terpasang nasional pada tahun lalu.
Meski mengalami peningkatan, capaian bauran EBT tahun 2025 masih berada di bawah target yang ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Pemerintah memperkirakan target bauran energi bersih sebesar 23 persen baru akan tercapai pada tahun 2030, sementara target 46 persen ditetapkan untuk tahun 2045.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan penambahan kapasitas EBT sepanjang 2025 sebenarnya cukup signifikan. Namun, peningkatan kapasitas pembangkit berbahan bakar batu bara dan gas hingga 7 gigawatt menyebabkan persentase bauran EBT secara keseluruhan mengalami tekanan.
Selain peningkatan bauran energi bersih, pemerintah juga mencatat konsumsi listrik per kapita pada 2025 mencapai 1.584 kilowatt hour (kWh). Angka tersebut melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 1.464 kWh dan menjadi indikator meningkatnya kebutuhan energi seiring pertumbuhan ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....