Internet 100 Mbps Rp100 Ribu Dinilai Bisa Jadi Game Changer Digital

  • 31 Mei 2026 01:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu per bulan dinilai berpotensi menjadi titik balik pemerataan akses digital nasional.
  • Hal ini sekaligus menjawab persoalan biaya internet yang masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu per bulan dinilai berpotensi menjadi titik balik pemerataan akses digital nasional. Hal ini sekaligus menjawab persoalan biaya internet yang masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas layanan internet. Meskipun cakupan jaringan telekomunikasi telah menjangkau sebagian besar wilayah berpenduduk.

“Jaringan telekomunikasi kita sudah meng-cover 97 persen wilayah yang didiami di Nusantara. Dari sisi lanskap sudah baik, tetapi kualitas internet kita masih harus ditingkatkan,” ujar Nezar dikutip Sabtu 30 Mei 2026.

Menurutnya, tantangan utama saat ini tidak lagi hanya terkait perluasan cakupan jaringan. Tetapi juga kualitas layanan serta keterjangkauan harga internet bagi masyarakat.

Pemerintah menilai kebutuhan akan akses internet yang cepat dan stabil semakin mendesak seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Mulai dari pendidikan, layanan publik, kesehatan hingga ekonomi digital.

Nezar menegaskan kehadiran layanan internet berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau dapat menjadi solusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang digital yang produktif. Ia menyebut inisiatif Internet Rakyat sebagai langkah penting untuk menjembatani kesenjangan digital yang masih terjadi di berbagai daerah.

“Kalau kita bisa menyediakan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu, ini akan menjadi game changer. Ini bukan hanya soal koneksi internet, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses digital yang lebih setara,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi digital nasional membutuhkan dukungan infrastruktur yang inklusif. Agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah, lanjut Nezar, ingin memastikan masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

“Kita ingin akses digital ini semakin inklusif. Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal hanya karena tidak mampu mengakses internet yang berkualitas,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemkomdigi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia layanan telekomunikasi. Serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mempercepat pemerataan konektivitas nasional.

Menurut Nezar, kondisi geografis Indonesia yang luas dan terdiri dari ribuan pulau memerlukan pendekatan inovatif. Agar layanan internet dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efisien.

Selain memperluas akses, Kementerian Komunikasi dan Digital juga terus mendorong peningkatan kualitas jaringan nasional. Guna mendukung kebutuhan teknologi masa depan seperti kecerdasan artifisial (AI), layanan cloud, Internet of Things (IoT), dan pengembangan ekonomi digital.

“Ke depan kebutuhan bandwidth kita akan semakin besar. Karena itu, kualitas internet dan keterjangkauan harga harus berjalan bersama,” kata Nezar.

Melalui sinergi antara pemerintah dan industri, layanan internet cepat dengan harga terjangkau diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan digital, memperluas usaha. Serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam ekonomi digital global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....