Perluasan Infrastruktur Digital, Meningkatkan Akses Penggunaan Internet

  • 24 Apr 2026 21:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, capaian perluasan infrastruktur digital berhasil meningkatkan akses penggunaan internet
  • Akses penggunaan internet naik 54 persen jika dibandingkan tahun 2020
  • Meski perluasan infrastruktur digital sangat signifikan, namun Wamenkomdigi Nezar Patria menyebut bahwa masih terjadi kesenjangan akses internet di sejumlah daerah

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, perluasan cakupan infrastruktur digital Indonesia, cukup signifikan. Hal itu diungkapkannya, dalam peresmian Pusat Inovasi Bersama ZTE-XLSMART, di kawasan Jakarta Selatan, pada Kamis 23 April 2026.

Wamenkomdigi menjelaskan, capaian perluasan infrastruktur itu, dapat dilihat dari meningkatnya akses internet di Indonesia. Diungkapkannya bahwa saat ini, akses internet telah mampu mencapai 80 persen, dari jumlah populasi Indonesia di tahun 2025.

"Negara kita telah menyaksikan peningkatan signifikan dalam penggunaan internet. Mencapai 80 persen dari populasi pada tahun 2025, naik dari 54 persen pada tahun 2020," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Namun demikian Wamenkomdigi menegaskan, capaian tersebut tidaklah cukup dijadikan sebagai kepuasan tersendiri dalam sektor digitalisasi. Ia menyatakan bahwa Indonesia, masih membutuhkan lompatan digital yang signifikan, untuk menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

Terlebih lagi ditekankan Nezar, hal itu untuk mempertegas arah transformasi digital Indonesia yang harus terus bergerak maju. Dalam mewujudkan transformasi digital Indonesia, tidak hanya sekedar pembangunan konektivitas, namun menuju pemanfaatan teknologi yang memberikan dampak langsung.

Wamenkomdigi juga mengingatkan, bahwa kesenjangan akses dan kualitas layanan, masih menjadi tantangan besar yang harus segera dijawab. Sebab menurutnya, kondisi tersebut menuntut langkah yang lebih cepat dan terarah untuk segera menghapus kesenjangan konektivitas digital di berbagai daerah.

"Sebagai contoh, hanya separuh desa kita yang dilengkapi dengan titik distribusi fiber optik, hanya sejumlah kecil sekolah di daerah terpencil yang mendapat manfaat dari koneksi internet berkecepatan tinggi. Kesenjangan ini menggarisbawahi pentingnya lompatan strategis dalam konektivitas digital," ujar Wamenkomdigi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....