Kementan Kejar 97 Ribu Hektare Tebu

  • 25 Mei 2026 23:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementan percepat penetapan CPCL pengembangan tebu 2026
  • Target kawasan tebu nasional mencapai 97.970 hektare di 11 provinsi
  • Pabrik gula BUMN dan swasta diminta aktif bantu verifikasi lahan
  • Program pengembangan tebu ditargetkan terealisasi penuh pada 2026
  • Program pengembangan tebu ditargetkan terealisasi penuh pada 2026

RRI.CO.ID, Surabaya - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) pengembangan tebu 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengejar target pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare di 11 provinsi.

Percepatan dilakukan dengan menggerakkan seluruh pabrik gula membantu pemenuhan CPCL dan verifikasi lahan. Pabrik gula BUMN maupun swasta diminta terlibat aktif dalam percepatan tersebut.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Ali Jamil mengatakan percepatan CPCL menjadi kunci pengembangan tebu nasional. Program tersebut ditargetkan terealisasi penuh pada 2026 sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

“Kami meminta seluruh pabrik gula, baik SGN, RNI maupun swasta untuk bergerak cepat membantu pemenuhan CPCL. Target pengembangan tebu tahun 2026 harus tercapai sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian,” katanya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penetapan CPCL Program Hilirisasi Perkebunan Tebu di Surabaya, Jumat 22 Mei 2026 lalu.

Menurut Ali, pemerintah tidak hanya fokus pada perluasan areal tanam tebu. Pemerintah juga membangun ekosistem hilirisasi tebu terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Karena itu, verifikasi data CPCL terus didorong agar penetapan segera diselesaikan. Kelengkapan dokumen terhadap surat keputusan yang telah terbit juga diminta segera dipenuhi.

Kementan turut mengoptimalkan berbagai potensi lahan untuk memenuhi sisa target CPCL nasional. Sejumlah kawasan yang diidentifikasi berasal dari lahan TNI, Perhutani, hingga Perhutanan Sosial.

Ali menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting keberhasilan pengembangan tebu nasional. Langkah ini dilakukan untuk mendukung target swasembada gula nasional.

“Sinergi dan percepatan kerja menjadi kunci. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis target pengembangan kawasan tebu dapat tercapai dan mendukung penguatan hilirisasi perkebunan nasional,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus memperkuat sektor tebu nasional. Pembenahan dilakukan mulai dari peningkatan produktivitas hingga penguatan hilirisasi industri gula.

“Kita ingin Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula dari produksi dalam negeri. Karena itu, penguatan sektor tebu terus kita dorong melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal, serta penguatan hilirisasi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....