Pemerintah Matangkan Proyek 'Giant Sea Wall' Pantura, Ditargetkan Lebih Siap 2027

  • 23 Mei 2026 19:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Pantai Utara Jawa (Pantura) untuk melindungi wilayah pesisir dari berbagai ancaman lingkungan.
  • Proyek giant sea wall merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mengatasi banjir rob, penurunan muka tanah (land subsidence), kenaikan permukaan air laut yang semakin mengancam kawasan pesisir utara Pulau Jawa.
  • AHY menjelaskan, bahwa proyek ini meliputi lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota di sepanjang kawasan Pantura.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Pantai Utara Jawa (Pantura). Guna melindungi wilayah pesisir dari berbagai ancaman lingkungan.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di acara Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara), Jakarta, Sabtu 23 Mei 2026. Ia mengatakan proyek strategis tersebut melibatkan banyak pemangku kepentingan karena mencakup wilayah yang sangat luas.

AHY menjelaskan, bahwa proyek ini meliputi lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota di sepanjang kawasan Pantura. “Ini bukan proyek yang melibatkan satu atau dua pihak saja, ada lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota yang terlibat, terutama di kawasan Pantura,” ujarnya.

Menurut AHY, pemerintah terus mempercepat proses perencanaan agar proyek tersebut semakin matang dalam beberapa tahun ke depan. “kami kejar terus, mudah-mudahan tahun depan (2027) bisa lebih matang lagi,” katanya.

Proyek giant sea wall merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mengatasi banjir rob, penurunan muka tanah (land subsidence). Serta kenaikan permukaan air laut yang semakin mengancam kawasan pesisir utara Pulau Jawa.

Gagasan pembangunan tanggul laut raksasa ini sebenarnya telah lama dibahas. Namun, meningkatnya dampak perubahan iklim dan tekanan terhadap kawasan pesisir yang menjadi pusat permukiman dan aktivitas ekonomi nasional membuat proyek tersebut kembali menjadi prioritas.

AHY mengungkapkan sekitar 50 juta penduduk tinggal di kawasan Pantura. Karena itu, diperlukan langkah perlindungan yang komprehensif untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh berbagai ancaman lingkungan.

Beberapa wilayah yang dinilai rentan antara lain Teluk Jakarta, Semarang, Demak, dan Kendal yang selama ini kerap terdampak banjir rob. Ini akibat kombinasi kenaikan muka laut dan penurunan permukaan tanah.

Ia menyebutkan laju penurunan muka tanah di sejumlah daerah bahkan mencapai 5 hingga 20 sentimeter per tahun. Kondisi tersebut dinilai memerlukan intervensi melalui pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir yang memadai.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mempertimbangkan pembangunan tanggul pantai maupun tanggul laut di wilayah terdampak. Langkah itu akan dipadukan dengan pendekatan berbasis alam (nature-based solutions), seperti rehabilitasi dan penanaman mangrove untuk membantu meredam gelombang serta mengurangi abrasi.

Selain melindungi masyarakat pesisir, AHY menegaskan proyek giant sea wall juga bertujuan menjaga kawasan industri strategis, kawasan ekonomi khusus. Serta sentra produksi pangan yang mulai terdampak intrusi air laut.

“Ini bukan hanya soal mitigasi bencana, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan ekonomi nasional,” ujarnya.

Dari sisi pembiayaan, AHY mengakui proyek tersebut membutuhkan dana yang sangat besar.

Karena itu, pemerintah membuka peluang keterlibatan sektor swasta dan pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri. Sebagai informasi, proyek giant sea wall dirancang membentang sekitar 500 kilometer dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur.

Nilai investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar 80 miliar dolar Amerika Serikat. Sementara tahap awal pembangunan di kawasan Teluk Jakarta diproyeksikan menelan biaya sekitar 8 hingga 10 miliar dolar AS.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....