KNKT: Distraksi Cahaya Hambat Masinis Hindari Tabrakan KA
- 22 Mei 2026 08:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Soerjanto Tjahjono mengungkap distraksi cahaya di sekitar rel membuat sinyal bantu sulit terlihat oleh masinis.
- KNKT juga menemukan adanya jeda komunikasi antarpusat pengendali perjalanan kereta yang memperlambat penyampaian informasi kepada masinis KA Argo Bromo Anggrek.
- Lasarus meminta perbaikan sistem perkeretaapian agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaporkan hasil investigasi awal penyebab terjadinya kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan ini menimpa KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line beberapa waktu lalu.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan salah satu temuan awal investigasi adalah adanya distraksi cahaya. Distraksi cahaya tersebut terjadi di sekitar jalur rel yang membuat sinyal bantu sulit terlihat oleh masinis.
"Kalau masinis bisa melihat sinyal bantu dengan baik. Itu juga jaraknya sekitar dari tabrakan itu dari dengan penampakan 200 meter di muka sinyal," katanya saat rapat kerja Komisi V DPR di kompleks parlemen via YouTube, Kamis, 21 Mei 2026.
Selain masalah sinyal, kecelakaan tersebut juga disebabkan karena panjangnya proses komunikasi. Menurut dia, ada jeda komunikasi dari Pusat Pengendali Perjalanan Kereta Api (PK).
Hal ini terlihat pada KRL yang melaporkan tabrakan ke stasiun dan PK Selatan. Namun, KA Argo Bromo Anggrek berada di PK Timur.
"Ini yang membikin jeda agak terlalu lama karena PK (petugas pengendali perjalanan kereta) Selatan harus memberitahu kepada Chief. Chief memberitahu kepada PK Timur untuk mengontak masinisnya," katanya.
KNKT merekomendasikan agar sistem komunikasi perlu diperbaiki. Hal ini dapat mengantisipasi kecelakaan serupa terulang kembali. "Jadi salah satu hal untuk menanggulangi ini adalah sistem komunikasi juga harus diperbaiki," ujar dia.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh temuan yang dijelaskan saat ini masih berupa data faktual awal. Tapi, belum menjadi kesimpulan resmi penyebab kecelakaan.
"Pada presentasi saat ini kami hanya menyajikan data faktual. Tidak terdapat analisis dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR Lasarus menginginkan adanya perbaikan dari sejumlah masalah perkeretaapian. Hal ini agar insiden serupa tidak terulang kembali.
"Kita ingin ini selesai, tidak untuk mencari siapa yang salah. Tapi supaya kejujuran itu nanti kita ungkap untuk mengetahui titik lemahnya itu ada di mana," ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya tak ragu memberikan dukungan anggaran untuk memperbaiki sistem perkeretaapian. Oleh karena itu, dia mengharapkan seluruh pihak menyampaikan apa saja yang menjadi kebutuhan kedepannya.
"Itulah gunanya kita duduk di sini. Komisi ini bisa memberikan dukungan politik, pak, dengan segala keterbatasan kami," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....