KNKT Beberkan Temuan Awal sebelum Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
- 22 Mei 2026 07:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Soerjanto Tjahjono mengungkap taksi listrik Green SM sempat berhenti di rel dengan transmisi berpindah ke posisi netral.
- Berdasarkan data investigasi, pengemudi beberapa kali menekan pedal gas, namun kendaraan tidak bergerak karena transmisi tidak berada di posisi berkendara.
- Dudy Purwagandhi menilai kecelakaan KA di Bekasi Timur menjadi pelajaran penting untuk perbaikan sistem keselamatan transportasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengungkapkan temuan awal terhadap taksi Green SM. Terutama dalam kecelakaan KA di Bekasi Timur.
Ia mengatakan berdasarkan hasil investigasi awal, kendaraan listrik tersebut melaju dari arah utara menuju selatan. Dan sempat berhenti di jalur rel dengan kemiringan sekitar 2,9 persen.
"Data on-board unit kendaraan B 2864 SBX tidak terdapat rekaman yang mendeteksi error pada sistem berdasarkan data satu jam sebelum kejadian," katanya saat rapat kerja Komisi V DPR di kompleks parlemen via YouTube, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia mengatakan pihaknya kemudian mengunduh data dari onboard unit kendaraan untuk mengetahui pergerakan taksi sebelum insiden. Dari data tersebut, kendaraan awalnya berjalan normal saat berada di posisi pengemudi, taksi berpindah ke posisi N atau netral.
"Nah ini apa yang terjadi dari data onboard unit kami download. Jadi taksi tersebut ketika menurun pada posisi D berjalan normal dengan kecepatan antara 15 km/jam," katanya.
Saat memasuki perlintasan sebidang, pengemudi disebut sempat mencoba menekan pedal gas hingga 25 persen. Namun, kendaraan tidak bergerak karena transmisi masih berada di posisi netral.
Pengemudi kemudian terus menekan gas hingga 51 persen, tetapi kendaraan tetap tidak bergerak dan akhirnya berhenti di atas rel. Berdasarkan data investigasi, pengemudi sempat mengembalikan transmisi ke posisi D.
Tak lama kemudian, transmisi justru berpindah lagi ke posisi P atau parkir. Dalam kondisi tersebut, sopir terus mencoba mengoperasikan kendaraan dengan menekan gas, tetapi mobil tetap tidak bergerak.
Sementara, Komisi V DPR memberikan atensi kepada pemangku kebijakan atas insiden kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan peristiwa itu menjadi pelajaran bagi pihaknya.
"Oh ya setiap kecelakaan itu kan buat membuat pelajaran. Yang penting buat kita tentunya dan itu harus harus diikuti dengan perbaikan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....