Kementan Kawal Rehabilitasi Sawah Pascabencana

  • 30 Mei 2026 23:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pertanian mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera Barat
  • Rehabilitasi dilakukan melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat
  • Total lahan sawah terdampak bencana mencapai 6.451 hektare
  • Lahan terdampak tersebar di 14 kabupaten dan kota di Sumatera Barat
  • Pemerintah pusat menanggung biaya rehabilitasi sawah petani terdampak

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Langkah itu dilakukan melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sumatera Barat.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total lahan sawah terdampak bencana mencapai 6.451 hektare. Lahan tersebut tersebar di 14 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan rehabilitasi menjadi bentuk kehadiran pemerintah membantu petani bangkit pascabencana. Pemerintah pusat juga menanggung biaya rehabilitasi dan bantuan sarana produksi pertanian.

“Sawah yang rusak itu diperbaiki sendiri oleh pemiliknya. Tetapi biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat,” ucapnya dalam rilis resmi Kementan, Selasa 19 Mei 2026.

“Benih dibantu gratis, pengolahan tanah, hingga perbaikan irigasi semuanya dibantu pusat. Sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry mengatakan BRMP daerah bertugas mengawal seluruh program rehabilitasi pertanian pascabencana. Pendampingan dilakukan agar pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.

“BRMP hadir untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan cepat dan berbasis teknologi pertanian. Pendampingan juga dilakukan sesuai kondisi spesifik lokasi terdampak,” ucapnya.

“Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik lahan. Tetapi juga memastikan produktivitas pertanian dapat kembali meningkat,” katanya.

Kegiatan rehabilitasi meliputi pembersihan lahan terdampak, pengolahan tanah, hingga penataan drainase dan irigasi. BRMP Sumatera Barat juga melakukan pengambilan sampel tanah untuk menyusun rekomendasi pemupukan spesifik lokasi.

Kepala BRMP Sumatera Barat, Salwati mengatakan hasil pengujian laboratorium menjadi dasar pemulihan lahan terdampak. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat peningkatan produktivitas sawah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pemulihan lahan pertanian dapat berlangsung lebih cepat. Sehingga produktivitas sawah masyarakat kembali optimal,” ucapnya.

“Hingga saat ini rehabilitasi telah memasuki tahap konstruksi pada lahan seluas 3.049 hektare. Lahan itu tersebar di 11 kabupaten dan kota di Sumatera Barat,” katanya.

Kementerian Pertanian mencatat sekitar 2.100 hektare lahan telah memasuki tahap pertanaman kembali. Pemerintah juga menyalurkan bantuan benih, pupuk, alsintan, dan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....