Indonesia Incar Status Country of Honor di Festival Film Cannes 2028
- 18 Mei 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan menargetkan posisi Country of Honor pada Festival Film Cannes 2028 sebagai bagian dari upaya memperkuat eksistensi perfilman nasional di kancah global.
- Delegasi Indonesia yang terdiri dari sekitar 60 pelaku industri dan sineas berpartisipasi dalam berbagai agenda Cannes 2026, termasuk kompetisi, co-production, film pendek, program Next Step Studio, serta forum jejaring internasional.
- Ekosistem perfilman Indonesia dinilai berkembang positif, ditandai tingginya produksi film nasional lebih dari 250 judul per tahun serta meningkatnya minat pasar dan kolaborasi internasional di industri film.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan menargetkan posisi Country of Honor pada Festival Film Cannes 2028. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat eksistensi industri perfilman nasional di kancah global.
"Kita sedang bidding untuk menjadi country of honor tahun 2028. Sehingga talenta-talenta film Indonesia, sineas kita, dan karya-karya itu bisa lebih visible," kata Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon kepada wartawan usai orasi kebudayaan dalam peringatan Hari Museum Internasional, Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran delegasi Indonesia dalam festival tersebut mendapat respons positif dari dunia perfilman internasional. Ia mengatakan, sekitar 60 delegasi Indonesia dari sektor industri dan perfilman mengikuti berbagai agenda di Cannes.
Ia menjelaskan sejumlah sineas Indonesia berpartisipasi dalam kompetisi utama. Yaitu program co-produksi dengan Thailand, film pendek, hingga program Next Step Studio.
Menurutnya, keterlibatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi talenta muda Indonesia di industri film global. "Banyak bakat, sutradara muda kita ikut dalam film-film pendek dan program Next Step Studio," ucapnya.
Selain itu, Indonesia juga membuka Paviliun Indonesia dan Paviliun Jakarta yang melibatkan pemerintah serta pelaku industri swasta. Ia menambahkan, Indonesia turut aktif dalam program kritik film serta berbagai kegiatan jejaring internasional untuk memperluas kolaborasi.
Ia menyebut momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan dengan pelaku industri perfilman dunia. Pada 14 Mei 2026, Indonesia juga menggelar Indonesian Night yang dihadiri para direktur festival film dari berbagai negara.
"Di Indonesian Night itu hadir para direktur festival dari berbagai negara. Mereka membuka peluang kerja sama dan kolaborasi dengan Indonesia," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak, termasuk Executive Director Marché du Film. Pemerintah Indonesia saat ini tengah menjalani proses bidding untuk menjadi Country of Honor pada Festival Film Cannes 2028.
Ia menegaskan bahwa status tersebut diharapkan dapat meningkatkan visibilitas karya. Dan juga talenta film Indonesia di tingkat internasional serta memperluas jaringan kerja sama industri.
Menurutnya, ekosistem perfilman Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan positif. Tingginya minat penonton bioskop dan produksi film nasional yang melampaui 250 judul per tahun menunjukkan pertumbuhan industri.
Sementara itu, aktor Iko Uwais dan Joe Taslim kembali mencuri perhatian panggung internasional. Keduanya menjadi ujung tombak deretan film aksi Indonesia yang dibawa K-Movie Entertainment ke Cannes Film Market.
Dua proyek film yang menarik perhatian adalah Pendekar: Warrior dengan Iko Uwais sebagai bintang utama. Dan remake film Korea The Man from Nowhere yang dibintangi Joe Taslim.
Pendiri Nation Pictures, Delon Tio menegaskan keyakinannya pada potensi sinema Indonesia di kancah global. Sebelumnya ia melibatkan sineas Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto dalam proyek kerjasama.
"Indonesia memiliki talenta, penonton, lokasi, dan budaya aksi untuk menjadi kekuatan besar. Terutama dalam pembuatan film genre internasional," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....