Menbud Sebut Museum Harus jadi Penggerak Ekonomi Budaya
- 18 Mei 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli menegaskan museum kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai infrastruktur kebudayaan dan penggerak ekonomi budaya.
- Menbud Fadli menilai museum memiliki peran strategis sebagai ruang publik yang menjembatani antargenerasi, antarbudaya, dan antarbangsa serta menjaga ingatan kolektif di tengah perkembangan teknologi.
- Kepala MCB Indira Estiyanti Nurjadin menyebut museum harus menjadi ruang dialog yang mempertemukan masa lalu dan masa depan sekaligus mendorong saling memahami di tengah keberagaman masyarakat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon berharap museum saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah. Menurutnya, museum harus berkembang menjadi infrastruktur kebudayaan sekaligus penggerak ekonomi budaya di tengah perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Hari Museum Internasional 2026 di Jakarta. Ia menilai museum harus menjadi ruang yang mampu mempertemukan masa lalu dan masa depan, menghadirkan tradisi hingga inovasi.
"Kita dituntut untuk menjawab bagaimana museum dapat bergerak menjadi infrastruktur kebudayaan. Guru dari ekonomi budaya," katanya saat orasi kebudayaan dalam peringatan Hari Museum Internasional, Museum Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, museum memiliki peran strategis sebagai ruang publik yang menjembatani hubungan antargenerasi, antarbudaya, hingga antarbangsa. Menurutnya, museum juga berperan menjaga ingatan kolektif masyarakat agar tetap hidup di tengah derasnya perkembangan teknologi.
Ia menilai, Indonesia memiliki modal budaya yang sangat besar sebagai negara dengan keberagaman budaya atau mega diversity. Ia menyebut, Indonesia memiliki 1.340 etnis, 718 bahasa, dan ribuan warisan budaya sebagai kekuatan pembangunan nasional.
"Bagaimana museum dapat menerjemahkan keberagaman budaya kita menjadi pengalaman publik yang hidup dan inklusif. Serta menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional," ucapnya.
Menbud juga menegaskan museum harus mampu menghadirkan pengalaman yang relevan bagi generasi muda. Dengan demikian, museum tidak hanya menjadi ruang penyimpanan artefak sejarah, tetapi juga pusat pembelajaran, hingga pertukaran pengetahuan.
Hal yang sama disampaikan Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin. Ia mengatakan, museum harus menjadi ruang yang mampu mempertemukan berbagai waktu, baik masa lalu, masa depan, tradisi, hingga inovasi.
Menurutnya, museum juga berperan sebagai ruang perjumpaan yang mendorong dialog. Termasuk juga pemahaman antargenerasi di tengah keberagaman masyarakat.
Ia menjelaskan museum memiliki peran penting dalam membangun pemahaman di tengah keberagaman cara pandang masyarakat. "Perbedaan bukan menjadi alasan untuk terpecah, melainkan peluang untuk saling memahami dan melengkapi," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....