Kenali Gejala dan Cara Penularan Hantavirus Sejak Dini

  • 11 Mei 2026 14:11 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli - Penularan hantavirus pada manusia umumnya terjadi melalui kontak dengan urin, air liur, maupun kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan ketika partikel yang terkontaminasi terhirup.

Menurut artikel yang diterbitkan oleh Drh. Pudjiatmoko, beberapa aktivitas yang meningkatkan risiko paparan hantavirus antara lain membersihkan gudang atau ruangan tertutup yang lama tidak digunakan, bekerja di bidang pertanian dan kehutanan, tidur di bangunan yang dipenuhi tikus, hingga kontak langsung dengan rodensia atau gigitan tikus.

Kondisi lingkungan yang tidak higienis juga menjadi faktor yang memperbesar resiko penularan. Selain itu, perubahan penggunaan lahan, kerusakan habitat, dan perubahan iklim turut meningkatkan interaksi manusia dengan rodensia pembawa virus.

Gejala awal hantavirus sering kali sulit dikenali karena menyerupai penyakit lain seperti influenza, COVID-19, leptospirosis, dengue, maupun pneumonia virus. Gejala umum yang biasanya muncul meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan nyeri perut.

Pada kasus Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome atau HCPS, kondisi pasien dapat berkembang cepat menjadi batuk, sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, hingga syok kardiovaskular yang membahayakan nyawa.

Sementara pada kasus Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS, penderita dapat mengalami tekanan darah rendah, gangguan perdarahan, hingga gagal ginjal.

Karena perkembangan penyakit berlangsung sangat cepat, deteksi dini dan penanganan medis menjadi faktor penting dalam menyelamatkan pasien. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menutup makanan dengan baik, serta menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat dan kotorannya untuk mencegah penyebaran hantavirus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....