Kemendikdasmen Siapkan Peta Jalan Pelatihan Guru Bahasa Inggris Jenjang SD

  • 08 Mei 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendikdasmen sedang menyiapkan peta jalan pelatihan guru bahasa Inggris di Sekolah Dasar (SD).
  • Pemerintah menginginkan seluruh SD memiliki guru pengajar bahasa Inggris di kelas tiga.

RRI.CO.ID, Bandung - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sedang menyiapkan peta jalan pelatihan guru bahasa Inggris di Sekolah Dasar (SD). Program itu ditargetkan berjalan penuh hingga 2029.

Direktur Jenderal GTK Kemendikdasmen, Nunuk Suryani mengatakan, pemerintah menginginkan seluruh SD memiliki guru pengajar bahasa Inggris di kelas tiga. Menurutnya, target tersebut disiapkan guna mendukung kebijakan wajib bahasa Inggris mulai 2027.

Meski demikian, ia mengakui kekurangan guru masih menjadi persoalan utama. Hal itu, lantaran mayoritas sekolah dasar belum memiliki tenaga pengajar berlatar belakang bahasa Inggris.

“Lebih dari 90 ribu SD belum memiliki guru bahasa Inggris. Kondisi itu menjadi tantangan implementasi kebijakan nasional,” ujar Nunuk dalam peluncuran Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 8 Mei 2026.

Kemendikdasmen mencatat sekitar 150 ribu sekolah dasar tersebar di Indonesia. Sekitar 60 persen di antaranya belum memiliki guru dengan kompetensi bahasa Inggris.

Pemerintah menetapkan bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib kelas tiga SD. Kebijakan itu mulai diterapkan bertahap pada tahun ajaran 2027/2028.

Pada tahap awal, sekitar 58 ribu sekolah ditargetkan mulai menerapkan kebijakan tersebut. Sekolah sasaran dipilih berdasarkan kesiapan tenaga pengajar dan sarana pendukung.

Kemendikdasmen telah mendata dan memverifikasi 90.447 SD sasaran program pelatihan nasional. Sekolah tersebut akan menerima intervensi pelatihan melalui program PKGSD-MBI.

Selain pelatihan guru, pemerintah menyiapkan 1.057 fasilitator daerah untuk pendampingan. Fasilitator juga mendukung penggunaan Learning management system (LMS) dan modul pembelajaran Common European Framework of Reference for Languages (CFR) A1 dan A2.

“Harapannya tiga tahun mendatang seluruh sekolah sudah siap. Semua SD diharapkan mampu menerapkan pelajaran wajib bahasa Inggris,” kata Nunuk.

Pada 2026, pemerintah menargetkan pelatihan bagi 10 ribu guru SD nasional. Jumlah peserta meningkat menjadi 30 ribu guru pada 2027 dan 2028.

Program tersebut ditargetkan selesai pada 2029 dengan tambahan 20 ribu peserta. Pemerintah berharap pemerataan guru bahasa Inggris bisa tercapai sebelum implementasi penuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....