Wamendikdasmen Minta Guru Bangun Kebiasaan Berbicara Inggris di Kelas

  • 08 Mei 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menyoroti lemahnya praktik percakapan bahasa Inggris siswa.
  • Wamendikdasmen Atip Latipulhayat meminta guru membiasakan dialog bahasa Inggris sejak kelas tiga SD, guna membangun keberanian berbicara murid.

RRI.CO.ID, Bandung - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menyoroti lemahnya praktik percakapan bahasa Inggris siswa. Menurutnya, pembelajaran bahasa Inggris terlalu fokus pada teori dan nilai rapor.

Untuk itu, ia meminta guru membiasakan dialog bahasa Inggris sejak kelas tiga SD, guna membangun keberanian berbicara murid.Menurutnya, bahasa Inggris tidak cukup diposisikan sebagai mata pelajaran sekolah, sehingga harus terbiasa menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari.

Diketahui, Kemendikdasmen menetapkan bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028. Pada tahap awal, pelajaran diterapkan khusus untuk siswa kelas tiga SD.

“Kalau hanya menjadi mata pelajaran, murid tidak akan benar-benar mahir. Bahasa harus dipakai berbicara sejak proses belajar berlangsung,” kata Atip dalam peluncuran Program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI), di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 8 Mei 2026.

Ia mengaku pernah mengalami kesulitan berbicara bahasa Inggris selama sekolah. Padahal, pelajaran bahasa Inggris sudah diterimanya sejak SMP hingga SMA.

Atip mengatakan, kemampuan membaca lebih berkembang dibandingkan kemampuan berbicara. Bahkan, kemampuan mendengarnya masih lemah ketika itu.

Keberanian berbicara muncul setelah dirinya mengikuti persiapan studi ke Australia. Dalam kelas tersebut, pengajar asing mendorong peserta aktif berbicara tanpa takut salah.

“Yang penting lawan bicara memahami maksud kita. Keberanian berbicara jauh lebih penting dibanding takut kesalahan,” ujarnya.

Atip meminta guru membangun suasana belajar yang komunikatif di kelas. Guru didorong aktif berdialog menggunakan bahasa Inggris bersama murid.

Menurutnya, pendekatan komunikasi membuat murid lebih cepat terbiasa menggunakan bahasa asing. Perasaan terpaksa perlahan berubah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Ia juga menilai nilai tinggi rapor tidak selalu mencerminkan kemampuan berbahasa. Pembelajaran dianggap berhasil ketika murid mampu memahami percakapan dan meresponsnya.

Program PKGSD-MBI disiapkan mendukung penerapan wajib bahasa Inggris di SD mulai 2027. Guru peserta pelatihan diproyeksikan mengajar siswa kelas tiga sekolah dasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....