Kelas Kartini Dorong Perempuan Aktif dan Produktif Memanfaatkan Ruang Digital

  • 27 Apr 2026 14:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program Kelas Kartini dorong perempuan aktif berkarya di ruang digital
  • Sekitar 150 peserta dari berbagai komunitas ikut talkshow dan pelatihan
  • Materi menekankan literasi digital dan perlindungan anak di ruang digital

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi menggelar program 'Kelas Kartini' Jakarta, Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong perempuan lebih aktif dan kreatif dalam memanfaatkan ruang digital secara produktif.

Program ini menghadirkan talkshow dan pelatihan dalam rangka memperingati Hari Kartini. Tema yang diangkat dalam 'Kelas Kartini' ini adalah 'Perempuan Kreatif untuk Masa Depan Anak dan Keluarga Indonesia'.

“Perempuan tidak boleh hanya menjadi pengguna tetapi harus menjadi kreator, inovator, dan pemimpin di ruang digital. Ruang digital harus dimanfaatkan untuk hal produktif dan berdampak,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital RI Boni Pudjianto saat memberikan sambutan di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Sebanyak 150 peserta hadir dari berbagai latar belakang komunitas dan profesi. Di antaranya akademisi, mahasiswa, praktisi pendidikan, jurnalis, serta pelaku literasi digital dan UMKM.

Peserta juga berasal dari berbagai komunitas seperti emak blogger, Mafindo, relawan TIK, dan UMKM Kompak. Selain itu hadir Forum Jurnalis Perempuan Indonesia, Generation Girl, hingga organisasi mahasiswa dan kepemudaan.

“Perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan konten kreatif, edukatif, dan bertanggung jawab di ruang digital. Hal ini penting untuk melindungi anak dan keluarga,” ujarnya

Program ini juga mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital. Selain itu diperkuat Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan turunan.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman terkait literasi digital dan keamanan ruang digital. Materi juga mencakup pencegahan disinformasi, ujaran kebencian, dan konten tidak layak.

“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan harus menjadi penggerak transformasi digital bangsa. Perempuan memiliki peran penting dalam membangun ruang digital yang sehat,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, perempuan diharapkan mampu berkontribusi dalam ekonomi digital dan sosial. Selain itu, perempuan juga menjadi penggerak perubahan dalam memanfaatkan ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....