OJK Catat Pertumbuhan Pasar Modal Domestik, Investor Muda Mendominasi

  • 27 Apr 2026 14:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor pasar modal. Hingga 24 April 2026, total investor mencapai 26,12 juta.
  • Menariknya, lebih dari 54 persen investor berusia di bawah 30 tahun. Hal ini menunjukkan dominasi generasi muda dalam pasar modal domestik.

RRI.CO.ID, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor pasar modal. Hingga 24 April 2026, total investor mencapai 26,12 juta.

Dari jumlah tersebut, mayoritas berasal dari industri pengelolaan investasi. Produk reksa dana masih menjadi pilihan utama, terutama bagi investor pemula.

Menariknya, lebih dari 54 persen investor berusia di bawah 30 tahun. Hal ini menunjukkan dominasi generasi muda dalam pasar modal domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menilai kondisi ini perlu diimbangi peningkatan literasi. Edukasi dinilai penting agar investor memahami risiko dan pengelolaan aset.

“Hal ini menjadi perhatian bagi industri untuk terus meningkatkan literasi dan pemahaman investasi. Mengingat dana yang diinvestasikan merupakan aset yang harus dikelola dengan integritas tinggi,” ujar Hasan di Kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026.

Seiring peningkatan investor, industri pengelolaan investasi juga mencatat kinerja positif. Nilai aset bersih mencapai Rp710,29 triliun atau tumbuh 5,18 persen secara tahun berjalan.

Untuk mendorong partisipasi, OJK meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana. Program ini bertujuan membangun kebiasaan investasi jangka panjang di masyarakat.

OJK juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem dan perlindungan investor. Upaya ini dilakukan agar pertumbuhan investor diikuti kualitas pasar yang sehat dan berkelanjutan.

Ketua Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia , Lolita Liliana , menyebut dominasi investor muda menjadi peluang sekaligus tantangan. Ia menilai budaya investasi perlu terus diperkuat.

“Investor kita sebagian besar lebih dari 50 persen berusia di bawah 30 tahun. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan untuk membangun budaya investasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi dan inovasi produk menjadi kunci menarik minat generasi muda. Dengan demikian, pertumbuhan investor dapat diikuti oleh kualitas pasar yang sehat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....