Angkat Isu Dampak Perang Global, DPR–DPD Bentuk Kaukus Perdamaian Dunia
- 07 Apr 2026 08:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sejumlah anggota DPR dan DPD RI lintas fraksi mendeklarasikan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia
- Wakil Ketua Baleg DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menegaskan pembentukan kaukus ini dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap eskalasi konflik dunia
- kaukus ini merupakan gerakan lintas partai yang mengedepankan kepentingan bersama
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah anggota DPR dan DPD RI lintas fraksi mendeklarasikan Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia. Pembentukan Kaukus Parlemen ini sebagai respons atas dampak nyata konflik global terhadap Indonesia.
Deklarasi ini dihadiri Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Wakil Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay. Kemudian sejumlah Legislator seperti Mardani Ali Sera, Eva Monalisa, Ahmad Irawan, serta senator Muhammad Nuh.
Wakil Ketua Baleg DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menegaskan pembentukan kaukus ini dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap eskalasi konflik dunia. Karena menurutnya eskalasi konflik kian meluas dan berdampak langsung pada kondisi dalam negeri.
“Situasi global sekarang menunjukkan tren konflik yang semakin meluas. Ini berdampak pada krisis energi, ekonomi, dan keamanan, termasuk bagi Indonesia,” ujar Ahmad Doli di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Menurut Doli, konflik seperti perang Rusia-Ukraina, konflik Israel-Palestina, hingga ketegangan Iran–Israel–AS telah memperburuk kondisi global. Dan juga memicu tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Ia menilai, Indonesia tidak bisa bersikap pasif menghadapi situasi tersebut. Terlebih, dampak konflik juga menyentuh sektor keamanan nasional, termasuk gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB.
“Ini tidak boleh kita biarkan. Kita tidak bisa berdiam diri,” ucapnya.
Doli menambahkan, kaukus ini merupakan gerakan lintas partai yang mengedepankan kepentingan bersama demi mendorong perdamaian dunia. Sekaligus memperkuat peran parlemen Indonesia dalam merespons dinamika global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....