Wujudkan Kepedulian, Siswa Beacon Academy Salurkan Donasi untuk Difabel
- 10 Jun 2026 16:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Siswa Primary Years Programme Beacon Academy berhasil menggalang dana sebesar Rp40 juta melalui kegiatan Walkathon untuk mendukung penyandang disabilitas.
- Donasi tersebut disalurkan kepada Yayasan Peduli Tuna Daksa guna membantu penyediaan 20 kaki palsu bagi penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu.
- Program Walkathon menjadi bagian pembelajaran berbasis pelayanan sosial yang bertujuan menanamkan empati, kepedulian, tanggung jawab sosial, dan pemahaman tentang inklusi sejak usia dini.
RRI.CO.ID, Jakarta - Siswa Primary Years Programme Beacon Academy berhasil menggalang dana melalui kegiatan Walkathon yang digelar Mei lalu. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan untuk membantu penyandang disabilitas memperoleh akses terhadap alat bantu mobilitas.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis pelayanan sosial yang diterapkan sekolah kepada siswa. Program itu bertujuan menanamkan nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial sejak usia dini.
"Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa tindakan sederhana dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan sesama. Mereka memahami pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan sosial sekitar," kata Academic Advisor Beacon Academy, Arvind Chalasani dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 10 Juni 2026.
Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp40 juta dan diserahkan kepada Yayasan Peduli Tuna Daksa. Penyerahan bantuan dilakukan bertepatan dengan kegiatan penutupan tahun ajaran sekolah pada Juni 2026.
Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan dua puluh kaki palsu bagi penerima manfaat. Program ini ditujukan bagi penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan mobilitas.
"Setiap langkah yang ditempuh siswa selama kegiatan memiliki tujuan membantu individu memperoleh kesempatan bergerak kembali. Dukungan tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas untuk bekerja, belajar, dan menjalani aktivitas sehari-hari mandiri," ujarnya.
Bagi para siswa, kegiatan Walkathon tidak hanya menjadi aktivitas olahraga maupun penggalangan dana semata. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya kontribusi nyata terhadap masyarakat.
Melalui pengalaman tersebut, siswa diajak memahami bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana sehari-hari. Pengalaman langsung tersebut diharapkan memperkuat kesadaran sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pengalaman belajar paling bermakna lahir melalui keterlibatan langsung siswa. Menurutnya, siswa dapat memahami dampak positif dari tindakan yang mereka lakukan kepada masyarakat.
"Anak-anak membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk menciptakan perubahan yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga kemampuan menghadirkan dampak sosial positif," ucapnya.
Melalui kolaborasi bersama Yayasan Peduli Tuna Daksa, Beacon Academy mendorong pemahaman mengenai pentingnya inklusi sosial. Sekolah berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kepedulian siswa terhadap kelompok yang membutuhkan dukungan masyarakat.
Program tersebut juga menjadi bagian komitmen sekolah menghubungkan pembelajaran di kelas dengan pengalaman nyata. Dengan pendekatan itu, siswa diharapkan mampu mengembangkan karakter sekaligus meningkatkan kesadaran sosial secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Beacon Academy berkolaborasi dengan Yayasan Pasien Anak Indonesia untuk mendukung anak yang hidup dengan kondisi cerebral palsy dan epilepsi. Dukungan ini diwujudkan melalui pengadaan stroller khusus sesuai kebutuhan medis masing-masing anak.
Kolaborasi ini memberikan pengalaman bermakna bagi anak dan keluarga. Demikian disampaikan oleh Perwakilan orang tua siswa preschool Beacon Academy, Febriana Mustika.
"Kami melihat langsung bagaimana anak-anak belajar memahami kondisi teman sebaya mereka dan ingin membantu. Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi pembelajaran kehidupan yang sangat berharga bagi kami sebagai orang tua," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....