Kinerja APBN Maret 2026 Tetap Tangguh Hadapi Tantangan Global

  • 27 Mar 2026 19:18 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID Teminabuan: Kementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan bahwa kinerja Anggaran PendMapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2026 tetap menunjukkan resiliensi yang kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi Maret 2026, pemerintah menegaskan bahwa fondasi ekonomi domestik berada dalam posisi yang solid, didukung oleh penerimaan negara yang tumbuh positif serta belanja negara yang terakselerasi untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Dikutip dari laman resmi youtube kementrian keuangan Republik Indonesia, Realisasi pendapatan negara tercatat mencapai Rp358 triliun, atau sekitar 11,4% dari target APBN, dengan pertumbuhan sebesar 12,8% secara tahunan (year-on-year). Capaian ini terutama didorong oleh penerimaan perpajakan yang sangat solid, di mana penerimaan pajak tumbuh signifikan sebesar 30,4%. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap kuat, terutama terlihat dari lonjakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang menandakan transaksi ekonomi di berbagai sektor masih berjalan ekspansif.

Di sisi pengeluaran, belanja negara mengalami akselerasi cukup tinggi dengan realisasi sebesar Rp493,8 triliun, tumbuh 41,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Percepatan belanja ini merupakan strategi pemerintah untuk menyebarkan stimulus fiskal secara lebih merata sepanjang tahun, guna mendukung daya beli masyarakat dan program-program prioritas. Selain itu, APBN terus berperan sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat dari dampak gejolak harga komoditas global, seperti minyak mentah yang sempat berfluktuasi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pemerintah juga menyoroti terjaganya stabilitas makroekonomi dengan inflasi yang tetap terkendali dan cadangan devisa yang memadai. Meski menghadapi tekanan pada pasar keuangan global, aliran modal asing ke pasar domestik tetap mencatatkan masuknya investasi (net inflow), yang menunjukkan kepercayaan investor internasional terhadap pengelolaan fiskal Indonesia masih sangat tinggi. Dengan kinerja yang positif ini, pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun 2026 dapat melampaui angka 5,4%, sejalan dengan penguatan sektor manufaktur dan konsumsi rumah tangga yang terus membaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....