KPAI Ingatkan Pentingnya Masa Transisi Psikologis Anak usai Libur Lebaran

  • 26 Mar 2026 15:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai anak-anak membutuhkan masa transisi sebelum kembali ke rutinitas sekolah setelah libur panjang Lebaran.
  • KPAI berharap sekolah tidak langsung memberikan beban materi berat pada hari-hari awal masuk sekolah.
  • Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra mengatakan, masa transisi belajar secara psikologis perlu menjadi perhatian para pendidik menjelang berakhirnya liburan sekolah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai anak-anak membutuhkan masa transisi sebelum kembali ke rutinitas sekolah setelah libur panjang Lebaran. Hal ini penting agar kesiapan kognitif dan emosional siswa dapat terbentuk dengan baik.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra mengatakan, masa transisi belajar secara psikologis perlu menjadi perhatian para pendidik. Khususnya, menjelang berakhirnya liburan sekolah.

“Kami mengingatkan pentingnya masa transisi belajar secara psikologis, bahwa anak-anak membutuhkan fase transisi dari suasana liburan menuju kesiapan kognitif untuk belajar. Kesadaran ini harus menjadi motivasi para pengajar, sebelum anak-anak benar-benar siap memasuki rutinitas sekolah,” ujar Jasra di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurutnya, momentum mudik bukan sekadar perjalanan fisik. Tetapi juga proses penguatan kohesi sosial dan identitas budaya bagi anak.

Ia menjelaskan, selama mudik anak-anak menyerap nilai tradisi, kekerabatan, hingga kearifan lokal secara langsung dari lingkungan keluarga dan masyarakat di kampung halaman. Pengalaman empiris tersebut dinilai sangat potensial untuk diintegrasikan dalam proses pembelajaran di kelas.

“Pengalaman sosial ini idealnya diakomodasi oleh para guru sebagai bagian dari interaksi pembelajaran. Srhingga anak merasa pengalaman mereka dihargai dan relevan dengan lingkungan sekolah,” katanya.

KPAI juga berharap sekolah tidak langsung memberikan beban materi berat pada hari-hari awal masuk sekolah. Jasra menekankan pentingnya membangun kondisi belajar yang kondusif melalui konektivitas emosional.

Ia lantas menyarankan metode belajar reflektif dan kegiatan bercerita tentang pengalaman mudik sebagai instrumen transisi yang efektif. Dengan cara ini, siswa diharapkan dapat kembali ke dunia belajar tanpa tekanan.

Berdasarkan jadwal libur Lebaran 2026, satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat menjalani libur selama dua pekan sejak 16 Maret hingga 27 Maret 2026. Para siswa dijadwalkan kembali mulai masuk sekolah pada Senin, 30 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....