KPAI Dorong Mudik Lebaran 2026 Lebih Ramah Anak

  • 18 Mar 2026 22:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peringkat pertama adalah aspek keselamatan anak
  • Risiko kelelahan, keterpisahan dari orang tua, serta kekerasan fisik, psikis, hingga seksual di perjalanan
  • Pengaduan kekerasan seksual pernah muncul di bandara, menunjukkan titik keramaian memerlukan pengawasan dan perlindungan ekstra khusus.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Aris Adi Leksono, memaparkan perlindungan bagi 79,8 juta anak saat mudik Lebaran mendesak. Ia menilai perjalanan tahunan itu harus dipandang sebagai momentum pemenuhan hak anak atas keselamatan, istirahat, dan pengenalan budaya.

Sejak beberapa tahun terakhir KPAI menyoroti dampak mudik yang tidak ramah anak, temuannya cukup serius. "Peringkat pertama adalah aspek keselamatan anak," katanya kepada Pro 3 RRI.

Aris menguraikan, kecelakaan lalu lintas tetap menjadi ancaman terbesar karena 16 persen korban mudik 2025 tercatat berusia anak. Dari 1.477 kecelakaan selama Lebaran tahun lalu, 223 orang meninggal, sementara proporsi korban anak terkonfirmasi melalui data Korlantas.

Aris melanjutkan, pengaduan kekerasan seksual pernah muncul di bandara, menunjukkan titik keramaian memerlukan pengawasan dan perlindungan ekstra khusus. "Selain itu ada risiko kelelahan, keterpisahan dari orang tua, serta kekerasan fisik, psikis, hingga seksual di perjalanan," katanya.

Menurut Aris, kesiapan penanganan kini membaik melalui posko bersama yang melibatkan kepolisian, pengelola transportasi, dan layanan pengaduan terpadu. Namun, ia menekankan prosedur pelaporan, tindak lanjut, dan sosialisasi hotline tetap harus diperkuat agar keluarga mudah mengaksesnya segera.

Ia juga mendorong pengelola rest area, stasiun, terminal, bandara, dan pelabuhan menyediakan fasilitas ramah anak lebih optimal lagi. Orang tua pun diimbau memberi waktu istirahat cukup, membangun kedekatan, dan tidak memaksakan perjalanan ketika anak terlihat kelelahan.

Dikabarkan sebelumya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi memberikan perhatian pada aspek pengasuhan selama perjalanan mudik. Menteri Arifah mengajak orang tua untuk menjadikan momen mudik sebagai waktu berkualitas bersama anak.

Ia mendorong orang tua untuk lebih bijak dalam mengatur penggunaan media sosial bagi anak. Pembatasan ini dinilai penting agar anak tidak terpapar konten yang tidak sesuai serta tidak sepenuhnya bergantung pada gawai selama perjalanan.

Ia juga menekankan bahwa perjalanan mudik dapat dimanfaatkan sebagai ruang interaksi yang lebih intens antara orang tua dan anak. Keterlibatan orang tua dalam menemani anak selama perjalanan dapat memberikan rasa aman, sekaligus memperkuat ikatan emosional dalam keluarga

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....