Waspadai Risiko Pemudik Tidur di Mobil saat Mesin Menyala
- 26 Mar 2026 15:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tidur di mobil kerap menjadi pilihan praktis bagi pemudik untuk menghemat biaya dan waktu perjalanan, namun kebiasaan tersebut menyimpan berbagai risiko yang berpotensi membahayakan keselamatan
- Paparan gas karbon monoksidan(CO) dapat menyebabkan pusing, kehilangan kesadaran, hingga berujung kematian dalam kondisi tertentu
- Tidur dalam posisi duduk dalam waktu lama membuat aliran darah di tubuh menjadi tidak optimal dan berisiko memicu terbentuknya gumpalan darah di bagian kaki
RRI.CO.ID, Jakarta - Kasus pasangan suami istri yang meninggal di dalam mobil saat perjalanan mudik menjadi peringatan serius. Peristiwa ini membuka mata publik terhadap bahaya tersembunyi saat beristirahat di kendaraan.
Tidur di mobil kerap menjadi pilihan praktis bagi pemudik untuk menghemat biaya dan waktu perjalanan. Namun kebiasaan tersebut menyimpan berbagai risiko yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Berikut sejumlah bahaya tidur di mobil yang perlu diwaspadai dikutip dari laman Klikdokter:
Keracunan gas karbon monoksida (CO)
Gas karbon monoksida merupakan sisa pembakaran kendaraan yang bisa masuk ke dalam kabin mobil. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga sulit terdeteksi oleh indera manusia.
Paparan gas tersebut dapat menyebabkan pusing, kehilangan kesadaran, hingga berujung kematian dalam kondisi tertentu. Risiko meningkat jika mesin atau AC mobil tetap menyala saat penumpang tertidur.
Gangguan peredaran darah dan penggumpalan darah
Tidur dalam posisi duduk dalam waktu lama membuat aliran darah di tubuh menjadi tidak optimal. Kondisi ini berisiko memicu terbentuknya gumpalan darah di bagian kaki.
Jika tidak diantisipasi, gumpalan darah dapat berdampak serius bagi kesehatan tubuh pemudik. Risiko ini meningkat pada perjalanan panjang tanpa disertai peregangan atau pergerakan tubuh.
Risiko cedera akibat guncangan kendaraan
Penggunaan kasur di dalam mobil sering dianggap membuat tidur lebih nyaman selama perjalanan. Namun, mobil bukan dirancang sebagai tempat tidur yang stabil seperti tempat tidur pada umumnya.
Pergerakan kendaraan seperti akselerasi, pengereman mendadak, atau manuver dapat menyebabkan tubuh terguncang. Kondisi ini berpotensi menimbulkan cedera jika tidak diantisipasi dengan baik.
Risiko kecelakaan dan keamanan
Tidur di mobil yang diparkir sembarangan dapat meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Kendaraan yang berhenti di lokasi tidak aman berisiko tertabrak kendaraan lain.
Selain itu, aspek keamanan juga perlu diperhatikan karena kendaraan bisa menjadi sasaran tindak kriminal. Kondisi ini semakin berisiko jika pemudik tertidur lelap tanpa pengawasan.
Berbagai risiko tersebut menunjukkan bahwa tidur di mobil bukanlah pilihan yang sepenuhnya aman. Oleh karena itu, pemudik perlu mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum beristirahat di kendaraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....