Presiden Minta Usut Dalang Penyiraman Air Keras: Siapa yang Nyuruh, Siapa yang Bayar
- 20 Mar 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kasus penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus harus diusut hingga ke aktor intelektualnya. Presiden secara tegas meminta aparat mengungkap pihak yang berada di balik aksi tersebut.
"Siapa yang nyuruh, siapa yang bayar? Ya jelas dong, saya menjamin," kata Presiden Prabowo dalam video sesi tanya jawab dengan jurnalis di Hambalang, Bogor, yang tayang Kamis, 19 Maret 2026.
Presiden Prabowo menilai tindakan yang menimpa Andrie Yunus merupakan bentuk kekerasan serius. Ia bahkan menyebut aksi tersebut sebagai terorisme yang tidak dapat ditoleransi.
"Ya pasti ini terorisme kan? Tindakan biadab, harus kita kejar, harus kita usut, harus kita usut," ujar Presiden.
Menurut Presiden, proses penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan. Aparat diminta mengungkap seluruh jaringan, termasuk pihak yang memerintahkan dan mendanai aksi tersebut.
Presiden juga menegaskan komitmennya sebagai kepala negara untuk melindungi masyarakat. Presiden Prabowo menyatakan tidak akan membiarkan praktik kekerasan terjadi di Indonesia.
"Percayalah saya tidak akan mengizinkan hal-hal seperti itu terjadi. Percayalah saya dipilih rakyat, untuk membela rakyat, tapi kita waspada, saya minta diusut bener sampai aktornya," ucap Prabowo.
Selain itu, Presiden Prabowo membuka kemungkinan pembentukan tim independen untuk membantu proses pengungkapan kasus. Namun Presiden menekankan pentingnya menjaga independensi tim tersebut.
"Kita bisa pertimbangkan, asal independen. Jangan semua LSM-LSM yang sudah apriori benci dengan pemerintah yang dapet uang dari luar negeri," kata Presiden.
Aktivis Andrie Yunus disiram oleh dua orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta, pada Kamis, 12 Maret 2026 malam. Andrie disiram saat sedang mengendarai sepeda motor.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya mengatakan pelaku menyiram cairan yang diduga air keras ke arah Andrie. Cairan mengenai sebagian tubuhnya dan korban berteriak kesakitan dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.
“Dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang atau Jembatan Talang dengan menggunakan satu sepeda motor. Setelah disiram, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,” kata Dimas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....