Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi Publik

  • 19 Mar 2026 17:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengungkapan kasus penyiraman air keras mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
  • Penegakan hukum dinilai berjalan tegas tanpa pandang bulu.
  • Transparansi penyidikan diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, mendapat apresiasi berbagai kalangan. Langkah cepat aparat dinilai menunjukkan komitmen penegakan hukum tegas dan tidak pandang bulu.

Pakar politik sekaligus Founder Literasi Politik Indonesia Ujang Komarudin mengapresiasi langkah aparat dalam mengungkap kasus tersebut. Ia menilai tindakan cepat tersebut memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak aparat Polri dan TNI yang gerak cepat menangkap pelaku penyiraman. Langkah ini menunjukkan penegakan hukum berjalan tanpa tebang pilih," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 18 Maret

Ia menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu terhadap siapapun yang bersalah. Menurutnya, tindakan tegas akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

"Ini penting untuk menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak pandang bulu. Siapapun yang bersalah harus ditindak tegas," ucapnya.

Ia juga menekankan, pentingnya hukuman berat bagi pelaku untuk memberikan efek jera. Langkah tersebut dinilai mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

"Penegak hukum perlu mempertimbangkan hukuman berat bagi para pelaku. Agar ada efek jera dan kejadian serupa tidak terulang," katanya.

Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) telah mengamankan empat prajurit TNI terkait kasus ini. Keempatnya diduga melakukan aksi penyiraman atas perintah seseorang yang masih didalami.

Komandan Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto menyampaikan identitas para pelaku. Mereka berasal dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI.

"Para pelaku terdiri dari tiga perwira dan satu bintara dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Mereka berinisial Kapten NDB, Lettu SL, Lettu BHW, serta Serda ES," katanya.

Saat ini keempat prajurit tersebut telah diamankan untuk pendalaman ke tahap penyidikan. Aparat masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk mengungkap dalang.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keamanan aktivis dan penegakan hukum. Proses penyidikan transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....