Presiden Prabowo: Kita Tidak Menjadi Bagian Aliansi Militer Manapun
- 17 Mar 2026 19:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto menegaskan program MBG menjadi stimulus utama pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput
- Presiden Prabowo menegaskan Indonesia harus berdiri mandiri dan tidak bergantung pada negara lain
- Keterlibatan Indonesia di Board of Peace bertujuan mendorong solusi damai bagi konflik internasional
- Rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini masih ditunda
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer mana pun. Sikap tersebut merupakan bagian dari konsistensi politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia.
Menurut Presiden, Indonesia berpegang pada amanat konstitusi untuk tidak berpihak pada kekuatan global tertentu. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara berjudul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis”, dikutip dari Bakom RI, Selasa, 17 Maret 2026.
Kepala Negara menegaskan Indonesia harus berdiri mandiri dan tidak bergantung pada negara lain. "Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun," kata Presiden Prabowo.
Presiden menyatakan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan nasional menjadi hal yang penting. "Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun," ujar Presiden.
Presiden juga menekankan bahwa Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara lain. Postur militer Indonesia pun dirancang bersifat defensif untuk menjaga stabilitas kawasan.
Terkait keterlibatan dalam Board of Peace (BoP), Presiden Prabowo menjelaskan posisi Indonesia. Keterlibatan tersebut bertujuan mendorong solusi damai bagi konflik internasional.
"Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang. Menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara," ucap Presiden.
Namun, Presiden menjelaskan, rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini masih ditunda. Hal itu seiring meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam konteks konflik global, Presiden juga menawarkan peran Indonesia sebagai mediator. Upaya tersebut ditujukan untuk meredakan ketegangan, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Presiden, dialog menjadi kunci utama dalam menyelesaikan konflik internasional. "Saran saya selalu mencari opsi damai," ujar Presiden.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....