Pertengahan Ramadan, Harga Pangan Stabil

  • 07 Mar 2026 22:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terkendali. Kondisi ini terlihat saat memasuki pertengahan Ramadan.

Sejumlah komoditas pangan mulai menunjukkan tren stabil. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan kondisi pangan aman. Pemerintah terus memantau perkembangan harga.

“Aku sudah cek tadi, masih relatif stabil,” ucap Andi Amran Sulaiman dalam keterangan pers di Jakarta pada Jumat 6 Maret 2026.

Ia menjelaskan harga daging ayam ras sedikit meningkat. Namun kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.

Menurutnya dinamika harga tetap menjaga keseimbangan pasar. Produsen tetap memperoleh harga yang layak.

Ia juga menyebut beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih mulai turun.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren harga terkendali. Harga ayam ras nasional sekitar Rp41.013 per kilogram.

Harga tersebut sedikit di atas Harga Acuan Penjualan. HAP untuk ayam ras ditetapkan Rp40.000 per kilogram.

Meski demikian tren penurunan terjadi di banyak daerah. Sebanyak 84 kabupaten dan kota mengalami penurunan harga ayam.

Penurunan harga juga terjadi pada komoditas hortikultura. Cabai rawit turun di 79 kabupaten dan kota.

Cabai merah turun di 128 kabupaten dan kota. Bawang putih turun di 147 kabupaten dan kota.

Sementara bawang merah turun di 227 kabupaten dan kota. Kondisi ini memperkuat stabilitas pangan.

Pemantauan juga dilakukan di Pasar Johar Karawang. Harga sejumlah komoditas mulai melandai.

Pedagang ayam karkas Arif mengatakan harga ayam relatif stabil. Harga sekitar Rp40.000 per ekor.

Satu ekor ayam memiliki berat sekitar 1,4 kilogram. Pedagang membeli ayam Rp39.000 per ekor.

"(Daging ayam) seekor Rp 40.000. Satu ekor (beratnya) 1,4 kilogram. Kita ngambilnya langsung sudah dipotong di Rp 39.000 per ekor," katanya.

Pedagang sayuran Nia menyebut harga cabai dan bawang menurun. Harga cabai keriting sekitar Rp35.000 per kilogram.

Harga cabai rawit sekitar Rp100.000 per kilogram. Harga bawang putih sekitar Rp36.000 per kilogram.

Harga bawang merah sekitar Rp35.000 per kilogram. Komoditas dibeli dari pasar induk.

"Cabai keriting Rp 35.000 per kilogram. Kalau ini (cabai rawit) Rp 100.000. Ini sudah lumayan turun. Aku belanja langsung ke Kopo. Kalau sayuran kan harus segar terus. Bawang putih sekarang Rp 36.000. Bawang sudah turun. Kalau bawang merah di Kopo Rp 32.000, sekarang aku jual Rp 35.000," kata Nia.

Pedagang daging sapi Karna menyebut harga sapi stabil. Harga daging sapi lokal sekitar Rp140.000 per kilogram.

"Daging sapi lokal sekarang Rp 140.000 per kg. Sapinya ini dari Jawa. Beli hidup. Kalau dari yang impor Rp 55.000 per kg (sapi hidup dari feedlotter). Kalau sapi lokal dari Jawa sekitar Rp 53.000. (Tantangannya) persentasenya belum masuk kalau lokal, jadi dagingnya sedikit," kata Karna, pedagang daging sapi di Pasar Johar.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng. Komoditas tersedia melalui program SPHP.

Program ini dijalankan bersama Perum Bulog. Beras SPHP dijual sekitar Rp60.000 per kemasan.

Minyak goreng rakyat Minyakita juga tersedia di pasar. Permintaan meningkat selama Ramadan.

Pedagang mitra Bulog Siti mengatakan penjualan cukup tinggi. Produk tersebut diminati masyarakat.

Data inflasi pangan juga menunjukkan kondisi terkendali. Inflasi volatile food Februari 2026 tercatat 2,50 persen.

Angka tersebut memberikan andil 0,41 persen terhadap inflasi bulanan. Inflasi pangan tahunan berada pada level 4,64 persen.

Angka ini masih dalam sasaran pemerintah. Target inflasi pangan berada di kisaran 3 hingga 5 persen.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya inflasi lebih stabil. Inflasi Ramadan 2022 tercatat 5,48 persen.

Inflasi meningkat menjadi 5,83 persen pada Ramadan 2023. Inflasi bahkan sempat mencapai 10,33 persen pada Ramadan 2024.

Pemerintah memastikan stabilitas harga tetap dijaga. Tujuannya menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....