Harga Minyak Naik Dampak Ketegangan Timur Tengah, Menkeu: Masih Bisa Dikendalikan
- 03 Mar 2026 22:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyatakan optimismenya terhadap stabilitas keuangan Indonesia, di tengah kondisi geopolitik saat ini. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, merespon dampak situasi geopolitik, khususnya ketegangan di Timur Tengah.
Ia mengatakan bahwa situasi geopolitik saat ini, tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap keuangan negara. Bahkan tidak hanya itu, keuangan negara juga diperkirakannya masih mampu menopang dampak keuangan untuk impor minyak mentah dunia.
Hal ini dijelaskannya, menyikapi ketegangan Iran dengan Israel-Amerika Serikat (AS), yang mengakibatkan ditutupnya selat Hormuz. Penutupan selat Hormuz oleh Iran, dapat memicu kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Kan channel-nya pasti melalui ekspor ataupun melalui harga minyak, harga minyak kan naik mendekati 80 ya. Saya sudah hitung sampai 92 pun kita masih bisa kendalikan anggaran, jadi enggak ada masalah," kata Purbaya saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
| Baca juga: GPM Bantu Warga Cariu Dapat Pangan Murah |
Lebih lanjut dijelaskannya, untuk menjaga stabilitas keuangan ditengah situasi geopolitik saat ini, Indonesia masih dapat melakukan berbagai upaya. Seperti salah satunya dijelaskan Menkeu, yakni dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.
Selain itu Purbaya juga mengungkapkan, bahwa pihaknya akan menjaga ketat kepabeanan. Hal ini ditekankan Menkeu, untuk mencegah kebocoran pada pengelolaan pajak, agar dapat menekan tingkat defisit.
"Kalau impor makin parah kan harganya mahal, ya kita akan menekan defisit. Kita pastikan aja pertama tax collection kita, pengumpulan pajak kita sama Bea Cukai enggak ada yang bocor, itu mengurangi tekanan ke defisit," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....