Safari Ramadan, Menko AHY Tekankan Pembangunan Berlandaskan Integritas
- 22 Feb 2026 06:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan nasional tidak semata-mata berfokus pada infrastruktur fisik. Tetapi juga pada pembangunan nilai, karakter, dan integritas.
Hal ini disampaikannya dalam Safari Ramadan di Ma’had Islam Rafiatul Akhyar Institute Pandeglang, Banten, Sabtu 21 Februari 2026. Didampingi Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menko AHY bersilaturahmi dan berdiskusi bersama Ustadz Adi Hidayat.
Menko AHY menyampaikan Ramadan menjadi momentum refleksi dan penguatan niat dalam menjalankan amanah publik. Kunjungan ini menjadi ruang dialog antara Pemerintah dan ulama merespons tantangan pembangunan bangsa di tengah dinamika global.
“Ini adalah momen yang spesial di bulan suci Ramadan. Kita tidak hanya menyambung silaturahim, tetapi juga melakukan refleksi, kontemplasi, dan membasuh hati,” kata Menko AHY dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Minggu 22 Februari 2026.
Menko AHY menilai, kepemimpinan memerlukan fondasi spiritual, agar setiap kebijakan berpijak pada keadilan dan kemaslahatan. Tantangan dalam proses pengabdian harus dimaknai sebagai bagian dari perjuangan yang lebih besar.
“Ketika kita merasa berat menjalani proses dan perjuangan, ingatlah kita mendedikasikan semua itu untuk masyarakat luas. InsyaAllah, Allah SWT akan membalas dan menaikkan derajat kita,” ucapnya.
Dalam konteks tugas Kemenko Infra mengoordinasikan pembangunan infrastruktur dan kewilayahan, Menko AHY menekankan keadilan sosial sebagai prinsip utama. Penyelesaian persoalan agraria, pembangunan jalan, jembatan, bendungan, perumahan, penguatan konektivitas nasional harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas SDM.
Menko AHY menilai sinergi ulama dan umara menjadi fondasi moral dalam menghadirkan solusi kebangsaan. Ia juga mengapresiasi MIRA Institute sebagai model pendidikan yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter.
“Saya meyakini jika ulama dan umara kokoh bersatu dalam sinergi dan kolaborasi, saling mengingatkan. Serta terus bertafakur dan mawas diri, pembangunan akan memiliki arah yang lebih kuat dan bermakna,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan spiritual dalam arah kebangsaan. Pembangunan nasional harus menghadirkan keseimbangan antara infrastruktur yang berdampak dan pembinaan nilai serta integritas.
“Mencoba menyeimbangkan narasi pembangunan kebangsaan dengan dasar intelektualitas dan fisikal. Serta ditopang kekuatan spiritual yang kokoh,” papar Ustadz Adi Hidayat.
Sinergi Pemerintah dan ulama diharapkan menjadi pijakan kokoh dalam mewujudkan pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Turut hadir, Ketua Yayasan MIRA Hj. Eneng Inayatin, Syeikh Muhammad Ali Muhammad Ismail, dan ulama besar lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....