Kemensos Siapkan Stimulus Jelang Ramadan
- 11 Feb 2026 09:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menyatakan, Kemensos menyiapkan stimulus ekonomi jelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Stimulus berupa bantuan sosial difokuskan bagi masyarakat desil satu hingga empat.
Pernyataan disampaikan Saifullah dalam konferensi pers stimulus ekonomi HBKN Idulfitri 2026. Kegiatan berlangsung di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2026 kemarin.
“Sesuai arahan Menko, fokus bantuan desil satu dan dua,” ucapnya sesuai rilis resmi Kemensos. Jika anggaran tersedia, bantuan diperluas hingga desil tiga dan empat.
Saifullah menjelaskan, terdapat dua jenis bantuan sosial yang disalurkan Kemensos. Bantuan pertama berupa bansos reguler PKH dan BPNT.
Total anggaran PKH dan BPNT mencapai Rp17,5 triliun. Bantuan diperuntukkan bagi 18 juta keluarga penerima manfaat.
Bantuan kedua berupa bansos adaptif. Bansos adaptif mencakup bantuan kebencanaan dan Asistensi Rehabilitasi Sosial atau ATENSI.
“Bantuan kebencanaan meliputi jaminan hidup dan pemberdayaan,” katanya. ATENSI diberikan kepada keluarga pemerlu atensi sosial.
Ia menegaskan, seluruh bantuan bersumber dari DTSEN. Data tersebut diolah dan diperbarui Kemensos.
Dia menekankan pentingnya pemutakhiran data agar bantuan tepat sasaran. Karena itu, Kemensos membuka ruang seluas‑luasnya untuk pembaruan data.
“Data kami belum sempurna dan terus kami perbaiki,” katanya. Masyarakat diminta memanfaatkan kanal pemutakhiran yang tersedia.
Kemensos menyediakan jalur usul sanggah melalui RT dan pemerintah daerah. Kanal lain tersedia melalui aplikasi Cek Bansos dan Command Center Kemensos.
Masyarakat juga dapat menghubungi Command Center Kemensos di nomor 021‑171. Layanan tersedia selama dua puluh empat jam.
Kemensos juga menyiapkan kanal aduan baru berbasis WhatsApp. Kanal tersebut untuk mempercepat respons pengaduan masyarakat.
Selain bansos, pemerintah menyiapkan sejumlah fasilitas ekonomi Triwulan I. Fasilitas tersebut bertujuan memperkuat daya beli masyarakat.
Konferensi pers turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Pemerintah berharap stimulus menjaga stabilitas ekonomi selama Ramadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....