Insiden Siswa SD di NTT, Minimnya Rasa Peduli
- 07 Feb 2026 00:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengatakan, tragedi pendidikan anak akibat kemiskinan ekstrem nasional. Menurutnya, harus menjadi evaluasi dan introspeksi kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mambangun rasa peduli terhadap sekeliling kita.
"Peristiwa ini mengejutkan. Sehingga harus menjadi cambukan serius bagi pemerintah memenuhi hak dasar anak," kata Selly dalam dialog Pro3 RRI, Jumat, 6 Februari 2026.
Selly menekankan perlindungan sosial kelompok rentan perlu evaluasi menyeluruh karena distribusinya belum merata nasional. Diakuinya, dalam sistem adminduk di Indonesia birokrasinya terlalu rumit, sehingga sulit untuk bisa langsung mengejar sasaran.
Menurutnya, program perlindungan sosial hari ini terlalu berjenjang, birokrasinya terlalu rumit. Sementara kemiskinan ekstrim, kemiskinan struktural yang tidak bisa dituntaskan oleh pemerintah.
Selly berpandangan birokrasi berlapis memperlambat bantuan sosial menjangkau warga miskin ekstrem daerah terpencil cepat. "Masyarakat serta aparat lingkungan wajib meningkatkan kepedulian mencegah tragedi serupa," ujarnya.
Selain itu, koordinasi kementerian dibutuhkan menghadirkan pendampingan psikologis dan pemulihan ekonomi keluarga terdampak berkelanjutan. Selly menilai pembaruan data kependudukan krusial memastikan keluarga terdaftar memperoleh bantuan tepat sasaran melalui sistem nasional.
Selly menyorot evaluasi menyeluruh agar perlindungan sosial inklusif bermartabat menjangkau masyarakat miskin ekstrem nyata. Ia mengajak,semua pihak memperkuat solidaritas sosial mencegah tragedi serupa terulang dalam kehidupan masyarakat Indonesia mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....