Mendikdasmen Pastikan Siswa SDN di Jaksel Kembali Ceria Pascaancaman Bom

  • 14 Jul 2026 11:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti meninjau SDN Srengseng Sawah 15 pada Selasa 14 Juli 2026 untuk memastikan siswa telah pulih dari ancaman bom yang diterima sehari sebelumnya.
  • Kunjungan Mu'ti meliputi kegiatan Pagi Ceria dengan senam, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dialog langsung dengan siswa baru untuk membangkitkan semangat belajar mereka.
  • Pemulihan psikologis siswa merupakan hasil kolaborasi Polda Metro Jaya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, HIMPSI, guru, dan perangkat wilayah yang menyediakan pendampingan dan penyuluhan kepada siswa, orang tua, dan guru.

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan kondisi siswa SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), telah kembali pulih pascaancaman bom yang terjadi sehari sebelumnya. Kepastian itu disampaikan saat meninjau langsung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut, Selasa 14 Juli 2026.

Dalam kunjungannya, Abdul Mu'ti mengikuti kegiatan Pagi Ceria bersama para siswa yang diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Ia juga berdialog dengan para siswa baru kelas satu yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menurut Mu'ti, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangkitkan semangat belajar siswa sekaligus memastikan mereka dapat kembali menjalani aktivitas sekolah dengan nyaman. Berdasarkan hasil dialog dengan para siswa, ia melihat suasana belajar telah kembali kondusif.

"Alhamdulillah. Semuanya suasana ceria dan juga mereka sudah semangat untuk kembali belajar," kata Mu'ti.

Ia mengatakan, pemulihan kondisi psikologis siswa merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Polda Metro Jaya, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), guru, hingga perangkat wilayah setempat. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS tetap berlangsung aman dan ramah bagi anak.

Mu'ti menilai tidak terlihat lagi rasa takut pada diri para siswa. Pemerintah akan terus mendorong pelaksanaan MPLS mengedepankan kenyamanan anak melalui pembiasaan positif, termasuk penerapan Program Tujuh Pembiasaan Anak Indonesia Hebat.

Selain mendampingi siswa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama HIMPSI dan Polri juga memberikan penyuluhan kepada para orang tua. Langkah tersebut dilakukan agar orang tua mampu menciptakan suasana yang kondusif di rumah sehingga proses pemulihan psikologis anak dapat berjalan secara optimal.

"Kita sudah ada kerja sama dengan Himpunan Psikologi, HIMPSI, juga dengan Polri. Tujuannya, untuk memberikan penyuluhan kepada orang tua," ucapnya.

Mu'ti juga meminta seluruh pihak menjaga kerahasiaan identitas anak yang memiliki keterkaitan dengan pelaku ancaman bom. Ia menegaskan anak tersebut tidak boleh menjadi sasaran stigma maupun perundungan di lingkungan sekolah.

Senada dengan itu, Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan psikologis kepada siswa, orang tua, dan guru. Pendampingan dilakukan melalui tim psikologi Polda Metro Jaya untuk memastikan lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan ramah anak.

"Kita akan memberikan edukasi kepada anak-anak. Kemudian juga mengedukasi orang tua dan bapak ibu guru supaya kita punya spirit dan semangat menjadikan sekolah ini aman, nyaman, dan ramah anak," ucapnya.

Direktorat PPA Polda Metro Jaya juga memastikan akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan untuk mencegah terjadinya perundungan terhadap anak yang memiliki hubungan dengan pelaku. Orang tua pun diimbau tidak menyebarkan informasi maupun konten terkait peristiwa tersebut kepada anak-anak.

Sebelumnya, SDN Srengseng Sawah 15 menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp pada Senin 13 Juli 2026, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah. Menindaklanjuti laporan tersebut, seluruh siswa dipulangkan, sementara Tim Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya melakukan sterilisasi di seluruh area sekolah.

Hasil penyisiran memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan. Polisi kemudian mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengirim ancaman bom dan hingga kini masih mendalami motif pelaku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....