Anggota DPR Minta Kemenpar Fokus Bangun Infrastruktur Dasar
- 22 Jan 2026 08:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR, Novita Hardini, meminta Kementerian Pariwisata (Kemenpar) fokus pada pembangunan infrastruktur dasar. Menurut dia, ini nantinya akan menjadi core strategy pariwisata nasional.
Politisi PDIP ini menilai promosi pariwisata Indonesia saat ini belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur. Demikian pula dengan kesiapan rencana tata ruang destinasi yang memadai.
"Promosi kita luar biasa gencar sampai ke luar negeri, tetapi apakah infrastruktur kita sudah siap menerima wisatawan," ujarnya, Kamis, 22 Januari 2026. Menurut dia, seharusnya anggaran dipakai membenahi akses-akses jalan menuju destinasi pariwisata dan pemerataan tata ruang pariwisata secara merata.
Novita menambahkan lebih bijaksana jika sebagian anggaran promosi pariwisata dialihkan untuk pembenahan infrastruktur dasar. Terutama pada akses jalan, sanitasi, serta konektivitas dengan moda transportasi publik antardestinasi.
"Promosi tanpa kesiapan infrastruktur itu seperti menjual janji," ujarnya menegaskan. Perempuan berusia 35 tahun ini menambahkan Kemenpar belum menyiapkan strategi visi jangka panjang yang lebih subtansial untuk kemajuan pariwisata.
Menurut Novita, sejauh ini Kemenpar hanya fokus mengalokasikan anggaran untuk mengerjakan proyek even semata. Dia juga menilai kementerian itu belum cukup kuat memastikan pembangunan destinasi berjalan selaras dengan tata ruang ekologis.
"Pemerataan destinasi wisata akan sulit tercapai," ujarnya. Terutama jika implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) pembangunan pariwisata belum berjalan.
Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, sebelumnya menyatakan kinerja pariwisata nasional 2025 mencatat pertumbuhan signifikan. Terutama pada sisi kunjungan, penerimaan devisa, investasi, dan tenaga kerja.
Menpar menegaskan capaian tersebut menunjukkan daya saing pariwisata Indonesia semakin kuat di tingkat global. Ini berdasarkan kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 yang mencapai 13,98 juta kunjungan dengan pertumbuhan tahunan 10,44 persen.
Kemenpar memproyeksikan kunjungan wisatawan sepanjang 2025 berpotensi menembus 15,3 juta dan melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Menurut Menpar, devisa pariwisata triwulan pertama hingga ketiga 2025 telah mencapai USD13,82 miliar.
"Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tersebut menjadi pengungkit utama capaian devisa pariwisata," ujarnya. Menurut Menpar, surplus kunjungan ini berpotensi memperkuat posisi neraca devisa sektor pariwisata secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....