Pendap, Kuliner Khas Bengkulu yang Kaya Rempah dengan Cita Rasa Gurih Pedas
- 15 Jul 2026 08:52 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID,Bengkalis - Bengkulu memiliki beragam kuliner tradisional yang menggugah selera, salah satunya Pendap. Hidangan berbahan dasar ikan ini dikenal dengan cita rasa gurih, pedas, dan kaya rempah. Keunikannya terletak pada penggunaan daun talas sebagai pembungkus, sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas setelah dikukus dalam waktu cukup lama.
Pendap telah lama menjadi salah satu identitas kuliner masyarakat Bengkulu. Bahkan, makanan ini pernah diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia karena memiliki nilai sejarah, budaya, dan tradisi yang kuat.
Pendap atau yang di beberapa daerah dikenal dengan nama babatuk dipercaya berasal dari wilayah Krui, Lampung Barat, dan Kabupaten Kaur, Bengkulu. Seiring waktu, hidangan ini berkembang dan menjadi salah satu makanan khas yang paling dikenal dari Provinsi Bengkulu.
Kuliner ini semakin populer karena konon menjadi salah satu makanan favorit Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, saat menjalani masa pengasingan di Bengkulu pada 1938–1942. Hingga kini, pendap masih menjadi sajian andalan masyarakat Bengkulu sekaligus oleh-oleh khas yang banyak diburu wisatawan.
Berbeda dengan pepes pada umumnya, pendap memiliki proses pengolahan yang lebih panjang. Secara tradisional, ikan terlebih dahulu dibumbui dengan aneka rempah, kelapa parut, dan daun mangkukan, kemudian dibungkus menggunakan daun talas serta lapisan daun pisang sebelum dikukus selama beberapa jam.
Di beberapa daerah, terdapat cara pengolahan tradisional yang diawali dengan proses fermentasi singkat pada ikan. Teknik ini dipercaya mampu mengurangi aroma amis sekaligus menghasilkan cita rasa yang lebih khas. Namun, dalam resep rumahan, proses fermentasi biasanya tidak dilakukan sehingga pendap dapat dibuat dengan lebih praktis. Berikut cara membuatnya dikutip dari info Budaya. Net:
Bahan-Bahan
- 400 gram ikan kembung, bersihkan (dapat diganti ikan kakap)
- 2 batang daun bawang, iris sepanjang 1,5 sentimeter
- 1 tangkai daun seledri, iris kasar
- 2 sentimeter lengkuas, memarkan
- 1 batang serai, memarkan
- 5 lembar daun mangkukan, iris kasar
- 100 gram kelapa parut kasar, sangrai
- 3 buah asam kandis
- 300 mililiter santan
- 1 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- 1/4 sendok teh gula pasir
- 2 sendok makan minyak goreng
- Daun talas secukupnya
- Daun pisang untuk membungkus
Bumbu Halus
- 8 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 5 butir kemiri, sangrai
- 2 sentimeter jahe
- 2 sentimeter kunyit, bakar
Cara Membuat
- Remas daun mangkukan dengan sedikit garam, kemudian cuci bersih dan tiriskan.
- Lumuri ikan dengan setengah bagian bumbu halus hingga merata.
- Bungkus ikan menggunakan daun talas, kemudian lapisi kembali dengan daun pisang. Kukus selama sekitar 30 menit hingga matang.
- Panaskan minyak, lalu tumis sisa bumbu halus hingga harum.
- Masukkan daun bawang, daun seledri, lengkuas, serai, asam kandis, dan daun mangkukan. Aduk hingga layu.
- Tambahkan kelapa parut sangrai, kemudian aduk hingga tercampur rata.
- Tuangkan santan, lalu masukkan garam, merica, dan gula. Masak dengan api kecil sambil diaduk hingga kuah mengental.
- Buka bungkus ikan yang telah dikukus, kemudian siram dengan kuah bumbu yang telah dimasak.
- Pendap siap disajikan bersama nasi putih hangat.
Pendap bukan sekadar hidangan bercita rasa khas, tetapi juga menjadi simbol kekayaan kuliner masyarakat Bengkulu. Perpaduan rempah-rempah, kelapa sangrai, daun talas, dan ikan menghasilkan cita rasa yang unik serta berbeda dari olahan ikan lainnya.
Hingga kini, pendap tetap menjadi sajian favorit masyarakat sekaligus oleh-oleh khas Bengkulu yang banyak dicari wisatawan. Melestarikan pendap berarti ikut menjaga warisan kuliner Nusantara agar tetap dikenal dan dinikmati oleh generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....