Mitos atau Fakta, Minum Air Kulit Durian Redakan "Panas"?
- 15 Jul 2026 14:20 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID, Ternate - Di berbagai daerah di Indonesia, masih banyak masyarakat yang memiliki kebiasaan minum air dari kulit durian setelah menyantap buah tersebut. Air biasanya dituangkan ke bagian dalam kulit durian yang telah dibersihkan, lalu diminum karena dipercaya dapat mengurangi rasa panas, menghilangkan bau durian di mulut, atau meredakan rasa tidak nyaman setelah makan durian.
Kebiasaan tersebut merupakan kepercayaan yang telah lama berkembang di kalangan masyarakat, bahkan disebut berasal dari tradisi masyarakat Tionghoa yang meyakini air dari kulit durian dapat membantu mengurangi sensasi "panas dalam" setelah mengonsumsi durian. Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa cara tersebut benar-benar memberikan manfaat kesehatan.
Sejumlah pakar menilai bahwa manfaat yang dirasakan sebagian orang kemungkinan dipengaruhi oleh sugesti atau karena tubuh memang memperoleh tambahan cairan setelah minum air. Rasa tidak nyaman setelah makan durian juga lebih dipengaruhi oleh jumlah durian yang dikonsumsi, mengingat buah ini mengandung kalori dan gula yang cukup tinggi.
Meski demikian, minum air putih setelah makan durian tetap dianjurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Yang perlu diperhatikan, jika ingin mengikuti tradisi tersebut, bagian dalam kulit durian sebaiknya dipastikan dalam kondisi bersih agar tidak berisiko terkontaminasi kotoran atau mikroorganisme.
Dengan demikian, minum air dari kulit durian setelah makan durian masih tergolong sebagai kepercayaan yang belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Cara terbaik menikmati durian tetap dengan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar, disertai pola makan seimbang dan asupan cairan yang cukup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....