Empat Soto Legendaris di Banyumas
- 12 Jul 2026 18:53 WIB
- Purwokerto
RRI. CO.ID, Banyumas- Kabupaten Banyumas tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan budaya ngapak yang khas, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang sulit ditemukan di daerah lain. Salah satu yang paling populer adalah soto Banyumas yang memiliki cita rasa berbeda dibandingkan soto dari berbagai wilayah di Indonesia.
Jika sebagian besar soto identik dengan kuah bening atau santan, soto khas Banyumas terutama dari Sokaraja memiliki ciri khas berupa tambahan sambal kacang yang dicampurkan langsung ke dalam kuah. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa gurih, sedikit manis, dan kaya rempah yang menjadi identitas kuliner Banyumas.
Berdasarkan informasi dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, terdapat sejumlah warung soto legendaris yang hingga kini tetap menjadi tujuan wisata kuliner masyarakat maupun wisatawan.
Salah satunya adalah Soto Ayam Jalan Bank atau yang lebih dikenal sebagai Soto H. Loso di Purwokerto. Warung yang berdiri sejak era 1970-an ini menjadi salah satu ikon kuliner kota. Nama Jalan Bank berasal dari lokasi warung di Jalan RA Wiryaatmaja yang dahulu dikenal masyarakat sebagai Jalan Bank karena berada di dekat Museum Bank BRI.
Keistimewaan Soto H. Loso terletak pada penggunaan sambal kacang yang dicampurkan ke dalam kuah sehingga menciptakan rasa gurih yang khas. Suasana warung juga masih mempertahankan nuansa klasik dengan deretan foto tokoh nasional, pejabat, hingga artis yang pernah mencicipi hidangan tersebut. Letaknya yang berada di pusat kota, dekat Stasiun Purwokerto dan Alun-alun, membuat warung ini selalu ramai dikunjungi.
Beranjak ke Kecamatan Sokaraja, terdapat Soto Asli Lama Pak Marwadi yang juga menjadi tujuan para pecinta kuliner. Warung ini mempertahankan resep tradisional Sroto Sokaraja yang autentik dan telah dikenal selama bertahun-tahun.
Seperti soto khas Sokaraja pada umumnya, kuah bening dipadukan dengan sambal kacang sehingga menghasilkan rasa yang khas. Menikmati semangkuk soto di tempat ini terasa belum lengkap tanpa tempe mendoan hangat yang biasa dijadikan pelengkap dan dicelupkan ke dalam kuah soto.
Nama lain yang tak kalah populer adalah Soto Kecik Sokaraja. Warung ini memiliki sejarah unik. Sebutan "Kecik" berasal dari biji buah sawo yang dalam bahasa Jawa disebut kecik. Konon, penjual pertama soto tersebut berjualan di bawah pohon sawo sehingga masyarakat kemudian mengenalnya sebagai Soto Kecik.
Berbeda dari soto pada umumnya, Soto Kecik disajikan menggunakan ketupat sebagai pengganti nasi. Kuah beningnya diperkaya dengan sambal kacang, kecap manis khas Banyumas, serta kerupuk cantir berbahan singkong yang memberikan sensasi renyah. Pilihan isiannya pun beragam, mulai dari daging sapi, ayam kampung hingga jeroan. Salah satu keunggulannya, warung ini melayani pelanggan selama 24 jam sehingga menjadi pilihan favorit kapan saja.
Tak lengkap membahas soto Banyumas tanpa menyebut Raja Soto Lama H. Suradi. Warung yang telah berdiri puluhan tahun ini merupakan salah satu pelopor soto khas Sokaraja dan hingga kini tetap mempertahankan resep turun-temurun.
Ciri khasnya tetap sama, yakni kuah yang dipadukan dengan sambal kacang, disajikan bersama ketupat dan kerupuk singkong warna-warni yang menjadi identitas soto Sokaraja. Pengunjung dapat memilih beragam isian, mulai dari daging sapi, ayam kampung hingga babat dan jeroan.
Keaslian cita rasa yang terus dijaga membuat Raja Soto Lama H. Suradi tetap menjadi destinasi favorit para pencinta kuliner. Selain berada di pusat kuliner Sokaraja, warung ini juga telah membuka cabang di Kabupaten Purbalingga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....