Wajik, Penganan Simbol Kebersamaan dalam Tradisi

  • 04 Jun 2026 09:39 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kue wajik gula merah jadi camilan tradisional yang tak lekang waktu dengan rasa manis legitnya selalu dirindukan semua kalangan masyarakat luas. Makanan ini dibuat dari beras ketan, santan, dan gula merah asli berkualitas yang dimasak lama hingga padat menyatu dan beraroma sangat harum.

Wajik merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang hingga kini tetap digemari berbagai kalangan. Penganan berbahan dasar beras ketan, gula merah, dan santan ini dikenal memiliki cita rasa manis serta tekstur yang legit.

Kue wajik telah lama hadir dalam berbagai acara adat, perayaan keluarga, hingga kegiatan keagamaan. Kehadirannya tidak hanya sebagai hidangan pelengkap, tetapi juga memiliki makna budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Proses pembuatan wajik membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Beras ketan yang telah dikukus dimasak bersama santan dan gula merah hingga menghasilkan adonan yang lengket dan berwarna cokelat mengilap.

Di sejumlah daerah, wajik sering disajikan saat hajatan, pernikahan, maupun acara syukuran. Kue ini dipercaya melambangkan eratnya hubungan kekeluargaan dan kebersamaan antaranggota masyarakat.

Rasa manis yang dihasilkan gula merah memberikan karakter khas yang sulit ditemukan pada kue modern. Aroma santan yang berpadu dengan ketan menjadikan wajik memiliki cita rasa autentik yang tetap diminati hingga saat ini.

Meski banyak jajanan kekinian bermunculan, wajik tetap mampu mempertahankan eksistensinya di tengah masyarakat. Bahkan, sejumlah pelaku usaha kuliner mulai menghadirkan inovasi kemasan agar kue tradisional ini semakin dikenal generasi muda. (SA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....