Wedang Dongo, Minuman Hangat Khas Solo yang Kaya Rasa Jahe

  • 12 Mei 2026 15:59 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Di tengah cuaca dingin, menikmati minuman hangat menjadi pilihan yang tepat untuk menghangatkan tubuh. Salah satu minuman tradisional yang populer di Solo, Jawa Tengah, adalah Wedang Dongo.

Minuman legendaris ini dikenal memiliki cita rasa manis dan hangat dengan aroma jahe yang kuat. Sekilas, Wedang Dongo memang mirip dengan wedang ronde. Namun, keduanya memiliki perbedaan, terutama pada kuah dan isiannya.

Nama “dongo” sendiri tidak berkaitan dengan arti dalam percakapan sehari-hari, melainkan hanya sebutan khas untuk minuman tradisional tersebut. Wedang Dongo dipercaya memiliki pengaruh budaya Tionghoa dan dahulu hanya disajikan untuk kalangan bangsawan atau keluarga keraton.

Selain itu, minuman ini juga kerap hadir dalam acara keagamaan dan perayaan tertentu, termasuk saat Tahun Baru Imlek. Seiring waktu, Wedang Dongo kini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan mudah ditemukan di sejumlah sudut Kota Solo.

Dalam satu sajian Wedang Dongo terdapat bola-bola ketan berisi kacang tanah halus yang menyerupai ronde. Minuman ini juga dilengkapi kolang-kaling serta kuah jahe berwarna kecokelatan yang terasa lebih pekat dan hangat di tenggorokan.

Perpaduan rasa manis, gurih, dan hangat menjadikan Wedang Dongo cocok dinikmati pada malam hari maupun saat musim hujan. Dikutip dari Cookpad, Berikut resep Wedang Dongo yang dapat dicoba di rumah.

Bahan bola-bola ketan:

  • 150 gram tepung ketan
  • 25 gram tepung sagu
  • 1 sendok teh air kapur sirih
  • 1 sendok teh gula pasir
  • ½ sendok teh garam
  • 150 mililiter air hangat
  • 75 gram kacang tanah kupas, sangrai lalu haluskan

Bahan kuah jahe:

  • 2.000 mililiter air
  • 250 gram jahe, bakar, kupas, lalu memarkan
  • 200 gram gula pasir
  • ¼ sendok teh garam

Bahan pelengkap:

  • 200 gram kolang-kaling, rebus dan potong-potong

Cara membuat:

  1. Campurkan tepung ketan, tepung sagu, air kapur sirih, gula pasir, dan garam hingga merata.
  2. Tuangkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis.
  3. Ambil sedikit adonan, pipihkan, lalu isi dengan kacang tanah halus. Bentuk bulat.
  4. Rebus bola-bola ketan dalam air mendidih hingga mengapung dan matang. Angkat, lalu tiriskan.
  5. Untuk kuah, rebus air bersama jahe, gula pasir, dan garam dengan api kecil hingga harum.
  6. Setelah matang, saring kuah jahe agar lebih jernih.
  7. Sajikan bola-bola ketan bersama kolang-kaling, lalu siram dengan kuah jahe hangat.

Sebagai salah satu warisan kuliner tradisional Solo, Wedang Dongo tidak hanya menawarkan rasa yang nikmat, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya dan tradisi yang tetap lestari hingga kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....