Kuliner Tradisional Banten Warnai Buka Puasa Bersama Relawan di Serang
- 15 Mar 2026 07:11 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Puluhan jenis kuliner khas Banten tersaji dalam kegiatan buka puasa bersama relawan gabungan di Rumah Singgah Relawan Duafa FBn, Drangong, Taktakan, Kota Serang, Sabtu, 14 Maret 2026. Sajian makanan tradisional itu menarik perhatian peserta sekaligus menghidupkan kembali ragam kuliner warisan daerah.
Beragam makanan disiapkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya ketan gerong, ratuban, jejorong, cecuer, pasung, kontol sapi, lupis, talam, apem putih, bacang karoket, hingga buras gorengan. Hidangan berat khas Banten seperti angeun lada, rabeg, gerem asem, dan kulit tangkil juga turut disajikan.
Inisiator kegiatan dari Relawan Fesbuk Banten News, Lulu Jamaludin, mengatakan ragam kuliner yang dihadirkan bukan sekadar menu berbuka puasa. Makanan tradisional dinilai menyimpan nilai budaya sekaligus sejarah masyarakat Banten.
“Setiap makanan khas daerah punya cerita, tradisi, dan bahan lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya. Kuliner Banten perlu terus diperkenalkan agar tidak hilang di tengah banyaknya makanan modern,” kata Lulu.
Ia menilai keberadaan kuliner tradisional juga berkaitan dengan kehidupan ekonomi masyarakat. Banyak pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari produksi makanan khas daerah.
“Kalau kuliner khas daerah tetap dikenal dan diminati, tentu berdampak pada ekonomi masyarakat. Mulai dari petani bahan baku sampai pelaku UMKM kuliner,” ujarnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut digelar dalam rangka milad ke-16 Relawan Fesbuk Banten News dan Komunitas Bahasa Jawa Serang (BJS). Kedua komunitas itu dikenal aktif menghidupkan budaya lokal, termasuk bahasa dan tradisi kuliner masyarakat Banten.
Pegiat Bahasa Jawa Serang, Manar Mas, menilai pelestarian budaya tidak hanya dilakukan lewat bahasa, tetapi juga dari makanan tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat.
“Kami ingin generasi muda tetap mengenal budaya daerahnya sendiri. Bahasa Jawa Serang kami jaga, begitu juga kuliner khas Banten yang menjadi kekayaan budaya,” kata Manar.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar ragam kuliner tradisional Banten tetap dikenal masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....