Dendeng Bakuah, Sajian Langka Minangkabau yang Kaya Rasa
- 20 Jan 2026 18:07 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kuliner Minangkabau dikenal luas lewat ragam dendengnya yang khas, seperti dendeng balado dan dendeng batokok. Namun, di balik popularitas dua hidangan tersebut, terdapat satu varian yang relatif jarang ditemui namun menyimpan keunikan tersendiri, yakni dendeng bakuah atau yang juga dikenal sebagai dendeng kuah.
Berbeda dari dendeng Minang pada umumnya yang cenderung kering atau hanya berminyak sambal, dendeng bakuah disajikan dengan kuah berbumbu yang kaya cita rasa. Sajian ini menjadi bukti keragaman teknik memasak masyarakat Minangkabau dalam mengolah daging sapi menjadi hidangan istimewa.
Secara proses, dendeng bakuah menggunakan daging sapi bagian topside yang diiris tipis. Daging kemudian direbus bersama bumbu hingga empuk, sebelum dipukul-pukul atau batokok agar pipih. Setelah itu, daging digoreng sebentar untuk memberikan aroma dan tekstur, lalu dimasak kembali bersama kuah berbumbu.
| Baca juga: Sate Lokan Menggugah Selera |
Keistimewaan dendeng bakuah terletak pada kuahnya. Kuah ini berasal dari kaldu rebusan daging yang dicampur dengan tumisan cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat. Dalam beberapa resep tradisional, ditambahkan pula sedikit kecap manis untuk menyeimbangkan rasa gurih dan pedas dengan sentuhan manis. Hasilnya adalah kuah yang kaya, hangat, dan menggugah selera.
Dari segi bumbu, dendeng bakuah menggunakan rempah halus seperti ketumbar, bawang putih, jahe, dan lengkuas. Untuk memperkuat aroma, kerap ditambahkan rempah utuh seperti bunga lawang, cengkeh, dan kapulaga. Kombinasi ini menciptakan karakter rasa yang dalam dan berbeda dari dendeng Minang lainnya.
Jika dibandingkan dengan jenis dendeng lain, dendeng bakuah memiliki ciri khas tersendiri. Dendeng balado dikenal kering dan garing dengan sambal merah berminyak, sementara dendeng batokok bertekstur lembut dengan sambal cabai yang diulek kasar. Ada pula dendeng lambok yang basah oleh sambal merah, namun tetap tanpa kuah kaldu encer. Dendeng bakuah berdiri sendiri sebagai dendeng berkuah, dengan daging yang lembut dan rasa yang menyatu dengan kaldunya.
Dalam penyajiannya, dendeng bakuah sering disajikan bersama irisan kentang goreng yang ikut dimasak atau direndam di dalam kuah, menambah variasi tekstur dalam satu hidangan. Sayangnya, hidangan ini tergolong langka di rumah makan Padang pada umumnya. Dendeng bakuah lebih sering dijumpai di daerah asalnya atau di rumah makan tertentu yang masih mempertahankan resep tradisional, salah satunya yang cukup dikenal adalah Rumah Makan Mak Haji Palindih di Bukittinggi.
Keberadaan dendeng bakuah menjadi pengingat bahwa kuliner Minangkabau tidak hanya tentang rasa pedas dan gurih, tetapi juga tentang kekayaan teknik memasak dan penggunaan rempah. Di tengah arus modernisasi menu rumah makan, dendeng bakuah tetap menjadi harta kuliner yang patut dilestarikan sebagai bagian dari identitas gastronomi Sumatera Barat. (ER)
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Tabel Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:1.0pt; mso-ligatures:standardcontextual;}
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....