Makan Malam Terlalu Larut, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
- 20 Jul 2026 15:28 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Makan malam adalah salah satu momen makan yang krusial untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh setelah beraktivitas seharian. Namun, kebiasaan makan yang terlambat, khususnya menjelang waktu tidur, dapat memiliki efek negatif terhadap kesehatan.
Dilansir dari Layanan Kesehatan Nasional (NHS), ketika tubuh bersiap tidur, proses metabolisme biasanya melambat sehingga makanan memerlukan waktu yang lebih lama untuk dicerna. Apabila dilakukan secara berkelanjutan, kebiasaan ini dapat berdampak pada kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan.
Salah satu efek yang paling umum dirasakan akibat makan malam terlalu malam adalah meningkatnya risiko masalah pencernaan, seperti meningkatnya asam lambung atau penyakit refluks gastroesofagus (GERD).
| Baca juga: Insomnia, Bukan Sekedar Gangguan Tidur Biasa |
Berbaring usai makan dapat menyebabkan isi lambung naik ke tenggorokan, yang mengakibatkan sensasi terbakar di dada (heartburn), ketidaknyamanan, serta batuk di malam hari. Oleh karena itu, para pakar merekomendasikan untuk memberikan jarak sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur.
Selain berdampak pada pencernaan, makan malam yang terlambat juga disambungkan dengan peningkatan risiko obesitas. Beberapa studi menunjukkan bahwa makan dalam porsi besar di malam hari bisa mengganggu ritme sirkadian tubuh yang berfungsi mengatur metabolisme.
| Baca juga: Cara Mengatasi Stres yang Tidak Tepat |
Akibatnya, tubuh cenderung tidak efisien dalam memproses energi, terutama jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak daripada kebutuhan harian dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai. Kebiasaan makan di malam hari juga dapat memengaruhi kualitas tidur.
Proses pencernaan yang aktif saat seseorang berbaring dapat menyebabkan ketidaknyamanan tubuh, sehingga tidur menjadi lebih sulit. Tidur yang tidak berkualitas dalam waktu lama dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, sistem imun, serta meningkatkan kemungkinan berbagai penyakit kronis. Oleh karena itu, mempertahankan pola makan yang teratur adalah aspek penting dari gaya hidup yang sehat.
Untuk menjaga kesehatan, usahakan makan malam dengan porsi seimbang dan dilakukan lebih awal, sebaiknya dua hingga tiga jam sebelum tidur. Pilih hidangan yang kaya protein rendah lemak, sayuran, biji-bijian utuh, dan batasi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, atau pedas di malam hari.
Jika merasa lapar sebelum tidur, pilihlah camilan sehat dalam ukuran kecil, seperti buah atau yogurt rendah lemak. Dengan mengatur pola waktu dan jenis makanan yang dimakan, tubuh bisa beristirahat lebih baik dan juga membantu mempertahankan kesehatan untuk jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....