Kopi Dapat Tingkatkan Tekanan Darah Sementara, Ini Penjelasannya

  • 20 Jul 2026 14:56 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Kafein dalam kopi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka pendek, bahkan pada orang yang tidak memiliki riwayat hipertensi.
  • Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk.
  • Para ahli masih terus meneliti mekanisme pasti yang menyebabkan peningkatan tekanan darah akibat kandungan kafein dalam kopi.

RRI.CO.ID, Palu – Kopi menjadi salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat untuk membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk. Namun, kandungan kafein di dalam kopi diketahui dapat memengaruhi tekanan darah, terutama sesaat setelah dikonsumsi.

Mengutip Mayo Clinic, kafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka pendek, bahkan pada orang yang tidak memiliki riwayat hipertensi. Meski demikian, hingga kini para ahli masih terus meneliti mekanisme pasti yang menyebabkan kondisi tersebut.

Sebagian peneliti menduga kafein dapat menghambat hormon yang berperan menjaga pelebaran pembuluh darah. Pendapat lain menyebutkan, kafein memicu tubuh melepaskan lebih banyak adrenalin, sehingga tekanan darah meningkat untuk sementara waktu.

Efek tersebut cenderung lebih terasa pada orang yang jarang mengonsumsi kopi dibandingkan mereka yang telah terbiasa mengonsumsi minuman berkafein. Pada sebagian besar orang, tubuh dapat beradaptasi sehingga pengaruh kafein terhadap tekanan darah menjadi lebih kecil.

Peningkatan tekanan darah akibat kafein umumnya bersifat sementara dan tidak selalu berhubungan dengan risiko hipertensi jangka panjang. Namun, setiap orang dapat memberikan respons yang berbeda terhadap konsumsi kafein.

Bagi seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi, disarankan memantau tekanan darah sekitar 30 hingga 120 menit setelah mengonsumsi kopi atau minuman berkafein. Jika tekanan darah meningkat sekitar 5 hingga 10 milimeter merkuri (mmHg), kemungkinan tubuh cukup sensitif terhadap efek kafein.

Karena itu, disarankan agar konsumsi kopi tetap dilakukan dalam jumlah yang wajar. Selain memperhatikan jumlah kafein, masyarakat perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan, penggunaan obat-obatan tertentu, serta anjuran dari tenaga medis.

Bagi penderita hipertensi atau individu yang memiliki faktor risiko penyakit jantung, untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai batas konsumsi kafein yang aman. Dengan konsumsi yang bijak dan pola hidup sehat, kopi tetap dapat menjadi bagian dari gaya hidup tanpa mengabaikan kesehatan tekanan darah. (ERW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....