Mengenal Penyebab dan Gejala Diabetes pada Anak
- 18 Jul 2026 13:30 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Diabetes tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga dapat menyerang anak-anak. Kemenkes mengimbau para orang tua untuk mengenali penyebab dan gejala diabetes pada anak sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serta menjaga kualitas hidup anak.
Diabetes pada anak umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel pankreas yang memproduksi insulin sehingga tubuh mengalami kekurangan insulin. Sementara itu, diabetes tipe 2 lebih banyak dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi gula dan lemak, kurang aktivitas fisik, serta kelebihan berat badan atau obesitas.
Beberapa gejala diabetes pada anak yang perlu diwaspadai antara lain sering merasa haus, sering buang air kecil, terutama pada malam hari, mudah lapar, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, tubuh mudah lelah, serta luka yang sulit sembuh. Pada beberapa kasus, anak juga dapat mengalami penglihatan kabur dan infeksi yang berulang. Jika gejala tersebut muncul, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk menjalani pemeriksaan.
Selain faktor genetik, risiko diabetes pada anak dapat meningkat akibat pola hidup yang kurang sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, makanan cepat saji, serta minimnya aktivitas fisik dapat memicu terjadinya obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko utama diabetes tipe 2. Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Kemenkes menganjurkan masyarakat menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi buah, sayuran, protein, dan membatasi makanan tinggi gula, garam, serta lemak. Anak juga perlu didorong untuk aktif bergerak atau berolahraga sedikitnya 60 menit setiap hari serta mengurangi waktu bermain gawai atau menonton televisi secara berlebihan.
Apabila anak telah didiagnosis menderita diabetes, pengobatan harus dilakukan secara rutin sesuai anjuran dokter. Orang tua perlu memastikan anak menjalani terapi dengan baik, menjaga pola makan, memantau kadar gula darah, serta melakukan kontrol kesehatan secara berkala. Dukungan keluarga menjadi faktor penting agar anak tetap dapat tumbuh dan berkembang secara optimal meskipun hidup dengan diabetes.
Kemenkes berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan anak sejak dini. Dengan menerapkan pola hidup sehat, mengenali gejala awal, dan segera melakukan pemeriksaan apabila muncul tanda-tanda diabetes, risiko komplikasi dapat ditekan sehingga anak dapat menjalani kehidupan yang sehat, aktif, dan produktif.(Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....