Atasi KLB di Bangka, Kemenkes Rekomendasi Minum Obat Malaria Massal

  • 18 Jul 2026 17:14 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Kementerian Kesehatan merekomendasikan minum obat malaria massal di Kabupaten Bangka. Hal itu dilakukan sebagai upaha penanggulangan KLB Malaria di Kabupaten Bangka yang hingga medio Juli 2026 ini tercatat ada 147 kasus.

"Kami punya harapan ini akan berhasil karena komitmen yang sangat kuat. Apabila ini berhasil maka status KLB di Kabupaten Bangka bisa di cabut oleh bupati,” kata Ketua Tim Kerja Malaria dari Kemenkes RI dr. Fajar Surya M. Silalahi, Sabtu, 18 Juli 2026.

Fajar Surya menyebut, jika penanggulangan KLB malaria di Bangka ini berhasil, maka akan menjadi base practice untuk nasional. Artinya, bisa menjadi landasan kebijakan Kemenkes RI untuk membuat pedoman penanggulangan KLB di daerah lain.

Sementara, Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, menerangkan bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam dalam membantu dalam penanggulangan KLB malaria di Kabupaten Bangka.

"Tujuan dari minum obat malaria masal (momal) adalah untuk menurunkan kasus malaria yang terjadi dan memutuskan rantai penularan serta memberikan perlindungan dari penyakit malaria. Untuk itu saya meminta kepada Camat Belinyu, Lurah, Kepala Desa di Kecamatan Belinyu untuk memastikan kegiatan momal ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan standart yang telah ditetapkan,” terang Syahbudin.

Data yang dihimpun RRI dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka menunjukkan, wilayah yang lokus KLB Kasus malaria terbanyak berada di Kecamatan Belinyu dengan sebaran 139 kasus di wilayah kerja di Puskesmas Belinyu, 2 kasus di wilayah kerja PKM Gunung Muda, 4 kasus di wilayah kerja PKM Riau Silip. Kemudian 1 kasus di wilayah kerja PKM Pemali dan 1 kasus di wilayah kerja PKM Sinar Baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....