Waspadai Cuaca Panas Ekstrem, Dinkes Kota Bogor Bagikan Tips Jaga Kesehatan
- 17 Jul 2026 12:32 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Dinas Kesehatan Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Suhu udara yang lebih tinggi dari biasanya dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia, serta penyandang penyakit kronis.
Dikutip dari laman resmi Dinas Kesehatan Kota Bogor pada Jumat, 17 Juli 2026, paparan suhu panas dalam waktu yang lama dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga serangan panas (heat stroke) yang memerlukan penanganan medis segera. Selain itu, kualitas udara yang cenderung menurun selama musim kemarau juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi penderita asma dan penyakit paru kronis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, mengajak masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah sederhana guna melindungi kesehatan selama cuaca panas berlangsung. Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan tanda-tanda awal gangguan kesehatan akibat paparan panas, seperti rasa haus berlebihan, pusing, lemas, hingga suhu tubuh yang meningkat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dampak cuaca panas antara lain:
- Memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
- Menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan pada pukul 11.00–15.00 WIB.
- Menggunakan pakaian yang ringan, longgar, dan berwarna terang.
- Memakai topi, payung, atau pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan.
- Beristirahat di tempat yang teduh atau sejuk apabila mulai merasa kepanasan.
| Baca juga: Cuaca Tak Menentu, Picu Penurunan Imun Tubuh |
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memastikan ventilasi rumah tetap baik agar sirkulasi udara lancar, serta memanfaatkan kipas angin atau pendingin ruangan jika diperlukan untuk menjaga kenyamanan suhu di dalam rumah.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai penyakit yang sering meningkat pada musim kemarau, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare akibat sanitasi yang kurang baik, serta gangguan kesehatan lain yang dipengaruhi kondisi lingkungan dan cuaca.
Apabila mengalami kondisi darurat akibat paparan panas berlebih, masyarakat dapat segera menghubungi PSC 119 atau mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan. Deteksi dan penanganan dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Dinas Kesehatan Kota Bogor mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas ekstrem. Dengan menerapkan langkah pencegahan sejak dini, risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi diharapkan dapat diminimalkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....