Cuaca Tak Menentu, Picu Penurunan Imun Tubuh

  • 19 Mei 2026 15:53 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan di tengah masyarakat. Kondisi panas pada siang hari yang kemudian berubah menjadi hujan atau udara dingin membuat tubuh lebih rentan mengalami penurunan daya tahan sehingga mudah terserang penyakit.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, cuaca yang tidak stabil dapat memicu munculnya penyakit musiman seperti flu, batuk, demam hingga infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Anak-anak, lansia dan masyarakat dengan kondisi tubuh kurang fit menjadi kelompok yang lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan saat cuaca berubah drastis.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta lebih memperhatikan kesehatan tubuh dan lingkungan sekitar. Menjaga kebersihan rumah, memastikan sirkulasi udara berjalan baik serta mengurangi genangan air menjadi langkah penting untuk mencegah berkembangnya sumber penyakit di lingkungan tempat tinggal.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menjaga pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar tubuh tetap memiliki daya tahan yang baik. Buah dan sayuran yang kaya vitamin dinilai membantu tubuh melawan infeksi sekaligus menjaga kondisi fisik tetap stabil di tengah perubahan cuaca.

Aktivitas istirahat yang cukup juga penting untuk membantu tubuh melakukan proses pemulihan secara optimal. Kurang tidur dapat membuat sistem imun melemah sehingga tubuh lebih mudah terserang penyakit, terutama ketika cuaca sedang tidak menentu.

Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk selalu mempersiapkan perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan. Membawa payung, menggunakan jaket saat udara dingin dan menghindari kehujanan secara langsung menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat.

Perubahan cuaca juga membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan sejak gejala awal muncul. Apabila mengalami demam tinggi, batuk berkepanjangan atau sesak napas, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar memperoleh penanganan lebih cepat.

Kementerian Kesehatan menilai kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan menjadi faktor penting untuk mencegah meningkatnya kasus penyakit akibat cuaca ekstrem. Dengan pola hidup sehat dan kewaspadaan yang baik, masyarakat diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas dengan aman meski cuaca sering berubah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....