Kemenkes Gandeng RS Adam Malik dan FK USU Cegah Perundungan PPDS
- 17 Jul 2026 10:02 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama RS Adam Malik dan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) memperkuat kolaborasi untuk mencegah dan menangani kasus perundungan terhadap peserta didik di rumah sakit pendidikan. Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Rumah Sakit Pendidikan di RS Adam Malik, Medan, pada Rabu, 15 Juli 2026.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS, menegaskan kemitraan antara rumah sakit pendidikan dan institusi pendidikan kedokteran menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman sekaligus menghasilkan dokter yang berkualitas.
"Kemitraan antara RS Adam Malik dan FK USU diharapkan bisa berjalan dengan baik untuk menghasilkan dokter-dokter terbaik. Proses yang ada di sini sangat penting," ujarnya.
Azhar mengatakan Kemenkes berkomitmen memberantas praktik perundungan melalui sejumlah kebijakan, termasuk sistem pencatatan terintegrasi terhadap pelaku kekerasan maupun perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran. Azhar menjelaskan, sistem tersebut memungkinkan pemerintah melacak riwayat pelaku sehingga dapat menjadi dasar pemberian sanksi administratif, termasuk penundaan penerbitan Surat Izin Praktik (SIP).
"Kemenkes sangat menolak yang namanya perundungan. Saat ini kami telah melakukan pencatatan terhadap setiap tindakan pelaku kekerasan dan perundungan secara terintegrasi. Dengan sistem ini, pelaku dapat dilacak dan ke depannya tidak akan dikeluarkan Surat Izin Praktik selama kurun waktu tertentu," ujarnya.
Sementara, Direktur Utama RS Adam Malik, dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K), menyatakan pihaknya terus berupaya mencegah terjadinya perundungan di lingkungan rumah sakit pendidikan. Ia mengatakan, materi mengenai larangan perundungan telah dimasukkan dalam proses pembelajaran, disertai penyediaan media informasi dan kanal pelaporan di berbagai area rumah sakit.
"Dalam perkuliahan ada materi tentang tidak boleh perundungan. Bahkan di area rumah sakit juga ada banyak banner untuk informasi pelaporan perundungan. Namun itu tetap terjadi, sehingga harus kita perbaiki bersama-sama," katanya.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes juga berdialog langsung dengan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang menjalani pendidikan di RS Adam Malik untuk menyerap masukan terkait proses pembelajaran dan lingkungan pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....