Apa Itu Autoimun? Kenali Penyebab, Gejala, hingga Cara Penanganannya
- 16 Jul 2026 12:35 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sistem kekebalan tubuh berfungsi melindungi tubuh dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun zat berbahaya lainnya. Namun, pada sebagian orang, sistem imun justru dapat menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit autoimun.
Mengutip Mayo Clinic, autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali sel sehat sebagai ancaman sehingga memicu peradangan. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ, mulai dari kulit, sendi, tiroid, hingga sistem saraf.
Hingga kini, penyebab pasti autoimun belum diketahui. Meski begitu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik, hormon, infeksi, dan lingkungan diduga berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.
Penyebab Autoimun
Para ahli meyakini autoimun tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Ada beberapa hal yang diduga menjadi pemicunya, antara lain riwayat keluarga yang memiliki penyakit autoimun, perubahan hormon sehingga lebih banyak dialami perempuan, infeksi virus atau bakteri tertentu, paparan asap rokok, polusi, atau stres yang berlangsung lama, meski memiliki faktor risiko tersebut, tidak semua orang akan mengalami penyakit autoimun.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala autoimun dapat berbeda pada setiap orang, tergantung organ tubuh yang terdampak. Namun, beberapa tanda yang cukup sering muncul meliputi:
Mudah lelah.
Nyeri dan bengkak pada sendi.
Demam ringan yang berulang.
Ruam pada kulit.
Rambut rontok.
Kesemutan atau mati rasa.
Karena gejalanya mirip dengan berbagai penyakit lain, diagnosis autoimun perlu dilakukan melalui pemeriksaan oleh dokter, termasuk pemeriksaan fisik dan tes laboratorium bila diperlukan.
Jenis Penyakit Autoimun
Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), terdapat lebih dari 80 jenis penyakit autoimun. Beberapa yang paling sering dijumpai di antaranya:
Lupus (SLE), yang dapat menyerang berbagai organ tubuh.
Baca juga: Mengapa Ibu Sering Mengalami Brain Fog?Rheumatoid arthritis, yaitu peradangan kronis pada sendi.
Diabetes melitus tipe 1, akibat rusaknya sel penghasil insulin di pankreas.
Multiple sclerosis (MS), yang menyerang sistem saraf pusat.
Hashimoto, yang menyebabkan gangguan pada kelenjar tiroid.
Psoriasis, yang ditandai munculnya bercak merah dan bersisik pada kulit.
Apakah Autoimun Bisa Disembuhkan?
Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit autoimun secara total. Meski demikian, gejalanya dapat dikendalikan melalui pengobatan yang sesuai.
Dokter dapat memberikan obat antiinflamasi, kortikosteroid, maupun obat yang menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh sesuai kondisi pasien. Selain itu, penderita juga dianjurkan menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, tidur yang cukup, serta mengelola stres.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami nyeri sendi berkepanjangan, ruam yang tidak kunjung membaik, kelelahan ekstrem, atau demam berulang tanpa penyebab yang jelas. Penanganan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko kerusakan organ dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....