Mata Kering saat Bekerja di Depan Komputer, Ini Cara Mengatasinya

  • 14 Jul 2026 21:12 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Di era digital, bekerja di depan komputer selama berjam-jam telah menjadi rutinitas bagi banyak orang. Namun, kebiasaan ini sering kali memicu berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah mata kering. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas kerja jika tidak ditangani dengan baik.

Mengapa Mata Menjadi Kering?

Saat menatap layar komputer, seseorang cenderung berkedip lebih jarang dibandingkan saat melakukan aktivitas normal. Frekuensi berkedip yang menurun menyebabkan lapisan air mata lebih cepat menguap, sehingga permukaan mata menjadi kering.

Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat memperburuk kondisi mata kering, antara lain:

Terlalu lama menatap layar tanpa jeda.

Posisi monitor yang terlalu tinggi sehingga mata terbuka lebih lebar.

Penggunaan pendingin ruangan (AC) yang membuat udara menjadi lebih kering.

Kurangnya asupan cairan tubuh.

Penggunaan lensa kontak dalam waktu lama.

Gejala Mata Kering :

Gejala mata kering dapat berbeda pada setiap orang, namun yang paling umum meliputi:

Mata terasa perih atau terbakar.

Sensasi seperti ada pasir atau benda asing di mata.

Mata merah.

Penglihatan menjadi kabur setelah lama menatap layar.

Mata mudah lelah.

Mata berair secara berlebihan sebagai respons terhadap iritasi.

Apabila gejala berlangsung terus-menerus atau semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mata untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mengatasi Mata Kering Saat Bekerja :

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mata kering ketika bekerja di depan komputer.

1. Terapkan Aturan 20-20-20

Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Cara ini membantu mengurangi ketegangan pada mata.

2. Sering Berkedip

Biasakan berkedip secara sadar ketika bekerja. Berkedip membantu menyebarkan air mata secara merata sehingga permukaan mata tetap lembap.

3. Atur Posisi Monitor

Idealnya, bagian atas layar komputer berada sedikit di bawah garis pandang mata. Posisi ini membantu mengurangi penguapan air mata karena kelopak mata tidak terbuka terlalu lebar.

4. Gunakan Pencahayaan yang Tepat

Hindari pantulan cahaya dari jendela atau lampu yang mengenai layar monitor. Cahaya yang terlalu terang dapat meningkatkan ketegangan mata.

5. Jaga Kelembapan Ruangan

Jika ruangan ber-AC, gunakan pelembap udara (humidifier) atau sesekali buka ventilasi agar kelembapan udara tetap terjaga.

6. Minum Air yang Cukup

Tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu menjaga produksi air mata tetap optimal. Pastikan kebutuhan cairan harian tercukupi.

7. Gunakan Tetes Mata Bila Diperlukan

Air mata buatan (artificial tears) dapat membantu melembapkan mata, terutama bagi pekerja yang harus menatap layar dalam waktu lama. Sebaiknya gunakan sesuai petunjuk atau atas anjuran tenaga kesehatan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan mata apabila mengalami gejala berikut:

Mata terasa sangat nyeri.

Penglihatan kabur yang tidak kunjung membaik.

Mata merah disertai keluarnya kotoran.

Mata kering berlangsung selama berminggu-minggu meski sudah melakukan perawatan mandiri.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui apakah mata kering disebabkan oleh kebiasaan bekerja atau berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.

Mata kering merupakan keluhan yang sering dialami pekerja kantoran maupun siapa saja yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer. Kebiasaan sederhana seperti lebih sering berkedip, menerapkan aturan 20-20-20, menjaga posisi monitor, dan mencukupi kebutuhan cairan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya mata kering.

Dengan menjaga kesehatan mata, aktivitas bekerja pun dapat berlangsung lebih nyaman dan produktif. (ZH/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....