Olahraga Hanya di Akhir Pekan, Benarkah Tetap Menyehatkan?
- 14 Jul 2026 11:02 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari sering kali membuat banyak orang sulit menyisihkan waktu untuk berolahraga setiap hari. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa berolahraga hanya pada akhir pekan tetap mampu memberikan manfaat kesehatan yang besar selama total durasi aktivitas fisik mencapai sedikitnya 150 menit dalam sepekan.
Dilansir dari website www.nationalgeographic.com bahwa Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa pola olahraga yang dilakukan dalam satu atau dua hari, atau yang dikenal sebagai weekend warrior, memiliki manfaat kesehatan yang hampir setara dengan olahraga yang dilakukan secara rutin sepanjang minggu. Kedua pola tersebut terbukti mampu menurunkan risiko lebih dari 260 jenis penyakit, mulai dari diabetes, hipertensi, hingga gangguan kesehatan mental.
Para peneliti menemukan bahwa faktor terpenting bukanlah kapan seseorang berolahraga, melainkan jumlah total aktivitas fisik yang dilakukan selama satu minggu. Dengan kata lain, memenuhi rekomendasi durasi olahraga mingguan tetap memberikan perlindungan bagi tubuh meskipun dilakukan dalam waktu yang lebih singkat.
Penelitian tersebut melibatkan hampir 90 ribu peserta denganr ata-rata usia 62 tahun yang menggunakan alat pemantau aktivitas di pergelangan tangan selama satu pekan. Berdasarkan hasil pemantauan, peserta yang aktif berolahraga, baik secara rutin maupun hanya pada akhir pekan, memiliki risiko lebih rendah mengalami berbagai penyakit dibandingkan mereka yang tidak aktif bergerak.
Manfaat paling menonjol terlihat pada penurunan risiko diabetes tipe 2. Kelompok yang berolahraga hanya pada akhir pekan mengalami penurunan risiko hingga sekitar 43 persen, sedangkan mereka yang berolahraga secara teratur sepanjang minggu mencatat penurunan risiko sekitar 46 persen.
Selain kesehatan fisik, aktivitas olahraga juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental. Berolahraga secara teratur, termasuk pada akhir pekan, dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan suasana hati, depresi, hingga beberapa penyakit yang memengaruhi fungsi otak seperti demensia dan penyakit Parkinson.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa olahraga yang dipusatkan dalam satu atau dua hari tetap memiliki risiko cedera apabila dilakukan tanpa persiapan yang memadai. Orang yang jarang bergerak disarankan melakukan pemanasan, peregangan, serta meningkatkan intensitas latihan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik.
Bagi penderita pradiabetes, diabetes, atau tekanan darah tinggi, aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara rutin sepanjang minggu tetap menjadi pilihan yang lebih dianjurkan. Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki setelah makan dapat membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus menjaga tekanan darah tetap stabil.
Para pakar menilai temuan ini memberikan kabar baik bagi masyarakat yang memiliki jadwal padat dan sulit berolahraga setiap hari. Selama kebutuhan aktivitas fisik mingguan terpenuhi dan dilakukan dengan aman sesuai kondisi tubuh, olahraga pada akhir pekan tetap dapat menjadi cara efektif untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kebugaran, serta mendukung kesehatan mental.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....