Mana Lebih Berbahaya, Rokok atau Gula? Simak Penjelasan Dokter
- 13 Jul 2026 08:11 WIB
- Bandar Lampung
Bandar Lampung – Perdebatan mengenai mana yang lebih berbahaya antara rokok dan gula kerap menjadi pembahasan di masyarakat. Hal ini turut dijelaskan oleh dr. Dion Haryadi melalui akun Instagramnya @dionharyadi. Menurutnya, keduanya sama-sama dapat membahayakan kesehatan, namun memiliki perbedaan mendasar dalam batas konsumsi.
Rokok disebut tidak memiliki batas aman untuk dikonsumsi. Bahkan, menghisap satu batang rokok saja sudah dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Selain merugikan perokok aktif, asap rokok juga membahayakan orang-orang di sekitarnya, terutama anak-anak dan lanjut usia yang lebih rentan terhadap paparan asap rokok.
Sementara itu, gula juga dapat memicu berbagai penyakit apabila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang. Konsumsi gula tambahan yang melebihi kebutuhan tubuh dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, diabetes melitus, berbagai gangguan metabolik, hingga kerusakan organ pankreas.
Meski demikian, berbeda dengan rokok, gula tambahan masih memiliki batas konsumsi yang dianjurkan. Mengacu pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa sehat disarankan mengonsumsi gula tambahan kurang dari 50 gram per hari.
Menurut dr. Dion, gula juga memiliki manfaat apabila dikonsumsi sesuai kebutuhan, terutama bagi seseorang yang melakukan aktivitas fisik berat atau olahraga dengan intensitas tinggi. Sebagai sumber energi cepat, gula dapat membantu menjaga performa selama berolahraga.
Sebagai contoh, ia mengaku menggunakan madu sebagai sumber energi tambahan saat menjalani latihan lari berdurasi panjang. Namun, masyarakat disarankan memilih madu asli yang telah tersertifikasi dan diproses secara higienis untuk memastikan kualitas dan keamanannya.
Sebagai kesimpulan, dr. Dion menegaskan bahwa baik rokok maupun gula sama-sama dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika tidak dikendalikan. Namun, rokok dinilai lebih berisiko karena tidak memiliki batas konsumsi yang aman, sedangkan gula masih dapat dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dan rekomendasi kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....